Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Dela Destya Sabrina, 1711304069
Dhiah Novalina, S.Si., M.Si.
Monika Putri Solikah, S.ST., M.Biomed
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-06-02 06:12:06
Abstract :
Penyakit malaria dan demam berdarah merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di
Indonesia. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti
yang menyebabkan malaria dan nyamuk Anopheles spp yang menyebabkan demam
berdarah. Sebelum terbentuknya nyamuk dewasa terdapat larva yang kemudian akan
tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Larva nyamuk dapat tumbuh di perairan bersih maupun
kotor dan pertumbuhan larva sendiri juga dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pertumbuhan larva Aedes
aegypti dan larva Anopheles spp dengan pengaruh suhu dan kelembapan pada tampungan
air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Literature riview.
Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa pada suhu 26°C dapat
mempengaruhi pertumubuhan larva nyamuk Aedes aegypti dan larva Anopheles spp, pada
larva Aedes aegypti ditemukan sebanyak 44,8% larva hidup dan 55,2% larva mati,
sedangkan pada larva Anopheles spp terdapat 28,0% larva hidup dan 72% larva mati.
Kelembapan 76% terdapat 41,4% larva Aedes aegypti hidup dan 78,6% larva mati ,
sedangkan pada larva Anopheles spp 40,5% larva hidup dan 59,5% larva mati. Kelembapan
84,30% larva Aedes aegypti ditemukan 58,6% untuk larva hidup dan 21,4% larva mati.
Larva Anopheles spp pada kelembapan tersebut ditemukan 40,5% larva hidup dan 59,5%
larva mati. Larva nyamuk juga dapat dipengaruhi oleh pH, Salinitas air dan juga faktor
biologi seperti keberadaan tumbuhan dan pengaruh sinar matahari.