Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Delviani Hafeza, 1711304127
Dhiah Novalina, S.Si., M.Si.
Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc., Apt.
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-06-02 06:15:28
Abstract :
Latar Belakang: Disinfektan mengandung bahan kimia yang digunakan pada
proses desinfeksi untuk membunuh bakteri patogen. Konsentrasi dan intensitas zat
merupakan faktor yang mempengaruhi kerja produk disinfektan, sehingga aktivitas
antibakteri dari beberapa macam produk disinfektan yang beredar di pasaran perlu
diuji menggunakan metode dilusi dengan parameter MIC dan MBC dengan
beberapa varian konsentrasi. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi efektivitas
antibakteri produk disinfektan menggunakan metode dilusi dengan parameter MIC
dan MBC dengan beberapa varian konsentrasi. Metode Penelitian: Penelitian ini
menggunakan metode quasi eksperimental dengan metode uji dilusi parameter MIC
dan MBC. Sampel produk desinfektan yang digunakan ialah Benzalkonium
Chloride, Natrium Hypochlorite dan Pine Oil dan bakteri uji yang digunakan ialah
koloni bakteri swab lantai. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini pada uji MIC
Benzalkonium Chloride dapat menghambat bakteri patogen karena diperoleh hasil
++ (keruh sedang) pada pengenceran 1 kali (0,05%) sedangkan Natrium
Hypochlorite dan Pine Oil tidak dapat menghambat bakteri patogen karena
diperoleh hasil +++ (sangat keruh) pada semua pengenceran. Uji MBC bahan
Benzalkonium Chloride, Natrium Hypochlorite dan Pine Oil didapatkan hasil
adanya pertumbuhan koloni pada media NA. Hasil analisa statistik penelitian ini
ialah nilai signifikansi > 0,05 yang memiliki arti bahwa tidak terdapat pengaruh
signifikan antara variabel terikat dan variabel bebas. Simpulan: Desinfektan varian
Benzalkonium Chloride pengenceran 1 kali lebih efektif membunuh mikroor?ganisme lantai dibandingkan Natrium Hypochlorite dan Pine Oil. Saran: Perlu
adanya penelitian lanjutan mengenai aktivitas variasi konsentrasi antibakteri
produk disinfektan menggunakan alat spektrofotometer untuk mengetahui
konsentrasi mikrorrganisme pada hasil MIC, dan menggunakan mikroorganisme
yang lebih spesifik sebagai mikroba uji.