Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fri Murdayanti Ananda Permataku, 1711304027
Farida Noor Irfani, S.Si., M.Biomed.
Nazula Rahma Shafriani, S.Si., M.Biomed
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-06-02 07:06:09
Abstract :
Latar Belakang : Rheumatoid Arthritis (RA) adalah peradangan kronis yang
menyerang sendi, otot dan jaringan tubuh. Penyakit ini merupakan suatu penyakit
autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosive simetrik, terutama
mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya yang
disertai nyeri dan kaku pada sistem otot (musculoskeletal) dan jaringan ikat/ connective
tissue. Penyakit ini berhubungan dengan sistem imun yang ditandai terutama oleh
ekspresi dua sitokin yaitu Tumor necrosis factor-? (TNF-?) dan Interleukin-1 (IL-1).
Kunyit (Curcuma Longa Linn.) adalah tumbuhan asli Asia yang utamanya digunakan
untuk mengurangi peradangan pada penderita Rheumatoid Arthritis, Curcumin
mengurangi kaku, pembengkakan sendi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh
pemberian Curcumin terhadap kadar Interleukin-1 Beta pada Rheumatoid Arthritis.
Metode : Penelitian ini menggunakan literature review yang membahas mengenai kajian
Literature tentang pengaruh pemberian Curcumin terhadap kadar Interleukin-1 Beta (IL?1 Beta) pada Rheumatoid Arthritis. Pencarian jurnal dilakukan melalui tiga database
yaitu Google Scholar, PubMed.gov, Science Direct dengan metode PICO. Hasil : Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kadar IL-1 Beta pada kelompok tikus Rheumatoid
Arhtiritis dengan pemberian Curcumin lebih rendah daripada kelompok tikus
Rheumatoid Arthritis tanpa perlakuan. Perbedaan dosis Curcumin menunjukkan
perubahan kadar IL-1 Beta pada Rheumatoid Arhtritis. Simpulan : terjadi penurunan
kadar IL-1 Beta pada penyakit Rheumatoid Arthritis setelah pemberian Curcumin namun
tidak signifikan.