Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Yuni Nofika Sari, 1711304096
Yuyun Nailufar, S.Si., M.Biomed
Yeni Rahmawati, S.Si., M.Sc
Subject
RF Otorhinolaryngology
Datestamp
2022-06-03 03:43:06
Abstract :
Deparafinisasi adalah tahapan sebelum dilakukannya proses pewarnaan (staining).
Deparafinisasi bertujuan membersihkan sisa-sisa parafin yang serupa dengan lemak
pada jaringan, agar pewarnaan dapat masuk maka lapisan parafin harus dihilangkan.
Xylol atau xylene umumnya digunakan sebagai agen deparafinisasi dalam
histopatologi. Xylol bersifat toksik. Jika terhirup berjangka panjang maka dapat
merusak tubuh manusia seperti iritasi mata, gangguan pencernaan, penyumbatan paru?paru dan terjadi kejang-kejang. Guna mengurangi paparan dari larutan xylol bagi
kesehatan tenaga medis, maka peneliti mempertimbangkan bahan alami jeruk (Citrus
sp.) sebagai alternatif pengganti xylol dengan melihat kualitas sediaan jaringan.
Penelitiaan ini bertujuaan untuk mengetahui kualitas sediaan jaringan yang
deparafinisasi menggunakan perasan jeruk (Citrus sp.) dan xylol. Metode Penelitiaan
yang digunakan yaitu literature review dengan strategi pengumpulan data
menggunakan metode PICO (Population Intervention Comparison Outcome).
Pencarian jurnal dengan kata kunci menggunakan berbagai database seperti Google
Scholar, Pubmed dan ResearchGate. Hasil penelitian dari 8 jurnal yang ditemukan
dengan kriteria inklusi, didapatkan bahwa air lemon atau air cucian piring sangat
efisien untuk alternatif pengganti xylol. Bahan alami yang digunakan dapat
menggurangi paparan toksik dari xylol, sehingga membantu tenaga kesehatan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa lemon, memberikan hasil keseluruhan terbaik yang
dilihat dari kualitas pewarnaan dan efekif sebagai pengganti xylene atau xylol. Lemon
dapat dikatakan efektif jika menggunakan paremeter waktu perendaman yang sesuai.