Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Jeny Casuarina Dias Safira, 1811604124
Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes
Ratih Kusuma Dewi, S.Kep., Ns., M. Biomed
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2022-10-29 03:32:58
Abstract :
Latar Belakang: Kecemasan didefinisikan sebagai respon emosional yang
ditandai oleh perasaan waswas, takut, dan khawatir yang timbul ketika individu
merasa terancam. Dimana tindakan operasi menjadi salah satu dari ancaman
tersebut. Perasaan cemas akan terus meningkat 30-150 menit sebelum operasi
berlangsung yang dapat mempengaruhi sistem hemodinamik dan sangat berisiko
untuk dilakukan operasi sehingga meningkatkan penggunaan obat anestesi yang
berdampak pada waktu pulih sadar pasien dan peningkatan risiko infeksi.
Dibutuhkannya penatalakasaan kecemasan pre operasi yang dapat dilakukan
dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Musik klasik sebagai salah satu
terapi nonfarmakologi yang memiliki dampak positif dalam memberikan
ketenangan dan rileksasi melalui respon sistem saraf pusat.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi
musik klasik untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi di IBS.
Metode: Metode penelitian menggunakan database Mendeley, Science Direct, dan
PubMed sejak tahun 2017-2021, berbahasa Indonesia dan Inggris. Literature yang
telah sesuai dengan topik penelitian selanjutnya dilakukan uji kelayakan
menggunakan JBI quasy experiment dan Randomized Controlled Trial (RCT)
oleh dua reviewer.
Hasil: Hasil analisa literature didapatkan bahwa pemberian terapi musik klasik
dapat merangsang otak dalam memproduksi hormon endorfin dan serotonin yang
dapat memberikan sensasi ketenangan sehingga mengurangi kecemasan pada
pasien yang akan dilakukan prosedur operasi.
Simpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh terapi musik
klasik untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi di IBS.
Saran: Diharapkan kepada penata anestesi untuk dapat menerapkan hasil
penelitian ini di lahan klinis.