Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurmahdalena, 1811604069
Heri Puspito, S.Kep., Ns., M.K.M
Tri Hapsari Listyaningrum, S. ST.,MH. Kes
Subject
RD Surgery
Datestamp
2022-10-29 06:02:48
Abstract :
Latar belakang : Wabah Covid-19 yang terjadi pada saat sekarang ini telah
dianggap sebagai darurat kesehatan global. Pembentukan aerosol terjadi saat
anestesi umum dengan intervensi jalan napas dan manipulasi jalan napas. Prosedur
anestesi yang menghasilkan aerosol meliputi intubasi endotrakeal, ekstubasi,
laringoskopi langsung, ventilasi noninvasif dan ventilasi manual. Sehingga
meningkatkan risiko terkontaminasi Covid-19 di ruang operasi, dan bisa menyebar
secara signifikan pada tenaga medis.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak aerosol saat intubasi
pasien Covid-19 dalam risiko penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan di
instalasi bedah sentral (IBS) berdasarkan penelusuran literature.
Metode : penelitian ini menggunakan pencarian database SAGE, PubMed,
ScienceDirect dan Wiley Online Library Online Library (2019-2021) dengan
bahasa Inggris. Seleksi literature dengan naskah sesuai topik penelitian dengan
desain cross sectional, case control dan cohort studies.analisis artikel dengan
menggunakan JBI cross sectional, case control dan cohort studies dengan peer
review.
Hasil : penelurusan literature didapatkan partikel saat dilakukan intubasi
berdiameter 0-4 ?m dengan jumlah partikel virus yang keluar dari mulut pasien
dengan intubasi adalah 50.000 partikel dan sebanyak 10,7% petugas kesehatan dari
sampel terinfeksi covid-19 setelah pemantauan selama 32 hari sejak melakukan
intubasi endotrakeal.
Simpulan : Intubasi merupakan prosedur penghasil aerosol yang dapat
menyebabkan tenaga kesehatan terinfeksi covid-19 sehingga tenaga medis dapat
memakai APD untuk mencegah agar tidak terinfeksi covid-19 saat melakukan
tindakan intubasi.
Saran : Diharapkan penata anestesi mematuhi dan menerapkan Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan serta memakai APD saat
melakukan intubasi pada pasien covid-19