Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Randy Khampai Edwar, 1811604023
Astika Nur Rohmah, S.Kep.,Ns.,M.Biomed
Menik Sri Daryanti, S.ST., M.Kes
Subject
RD Surgery
Datestamp
2022-10-29 06:08:57
Abstract :
Latar Belakang: Spinal anestesi merupakan teknik anestesi yang
digunakan untuk menghambat rasa nyeri pada sebagian tubuh. Salah satu
komplikasi yang dapat terjadiyaitu Post Operative Nausea and Vomiting
(PONV). PONV dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya
adalah hipotensi. Hipotensi dapat menyebabkan terjadinya hipoksemia
dan hipoperfusi di Chemoreseptor Trigger Zone (CTZ) sebagai pusat
rangsang muntah (Almira & Arif, 2020; Mulroy, 2009).
Tujuan: Mengetahui hubungan hipotensi dengan kejadian Post
Operative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien spinal anestesi.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observational analytic
dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39
responden pada pasien spinal anestesi dengan teknik pengambilansample
consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-Square untuk mengetahui adanya
hubungan antara hipotensidengan kejadian Post Operative Nausea and
Vomiting (PONV) didapatkan hasil 0,000(p<0,5). Mayoritas responden
yang mengalami hipotensi mendapatkan skor penilaian PONV ?50
sebanyak 23 orang (95,8%).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara hipotensi dengan
kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV)
Saran: Penata anestesi dapat melakukan kewaspadaan terhadap
hipotensi pasiensetelah dilakukan tindakan spinal anestesi, dengan terapi
obat atau resusitasi cairan yang tepat untuk mencegah hipotensi terjadi
juga mencegah terjadinya PONV.