Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
David Emmanuel Aldy Malelak, 1810301184
Siti Khotimah, SST.FT., M. Fis
Siti Nadhir Ollin Norlinta, S.St.Ft,M.Fis
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-29 07:16:04
Abstract :
Latar Belakang: Cerebral palsymemiliki gangguan bersifat non-progresif namun mempengaruhi kehidupan anak sejak dini dan efeknya pada sistem muskuloskeletalberubah dengan pertumbuhan anak. Masalah yang muncul dapat mempengaruhi
keterampilan hidup sehari-hari dan perencanaan program perawatan harus mendukung perkembangan motor fucntion dan tujuan memfasilitasi anak partisipasi dalam aktivitas
dan adaptasi dengan kehidupan sehari-hariTujuan: Untuk mengetahui pengaruh bobath exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada cerebral palsy. Metodologi:
Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO(Population, Intervention, Comparison, Otcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan
database yang relevan (pubmed, sciencedirec,dan google scholar), kemudian emasukkan kedalam PRISMA flowchart, data h asil ulasan narasi, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil Penelitian: Dari 799 artikel yang teridentifikasi,
didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu 9 artikel menyatakan
bahwa bobath exercisedapat meningkatkan aktivitas fungsional pada cerebral palsy dengan dosis 5 sesi terapi dengan durasi 25 menit dalam seminggu, selama 3 bulan berturut-turut. Serta alat ukur seperti Gross motor function measure (GMFM)dan Gross Motor Function Classification System (GMFCS)sebagai penilain terkait peningkatan aktifitas fungsional pada cerebral palsy Kesimpulan: Bobath exercise berpengaruh dalam peningkatan aktivitas fungsional pada cerebral palsy. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian eksperimen dengan dosis dan alat ukur yang ada untuk melihat keefektivitas bobath exercise secara lebih spesifik.