Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Siwi Nurmalita, 1810201179
Mamnu’ah, S.Kep Ns., M.Kep.Sp.Kep.J
Deasti Nurmaguphita, M.Kep.Sp.Kep.J
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-31 01:48:38
Abstract :
Latar belakang: Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan Indonesia memiliki
prevalensi anggota rumah tangga dengan penderita skizofrenia sebanyak 7,0 per mil atau
7 per 1000 rumah tangga. Tingginya kasus skizofrenia yang terjadi akan berdampak
terhadap data kekambuhan skizofrenia dimana prevalensi kekambuhan penderita berada
dalam rentang 50-92% secara global. Upaya dalam pencegahan frekuensi kekambuhan
bisa dilakukan dengan menggunakan faktor peran ibu.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran ibu dengan frekuensi kekambuhan pada pasien
skizofrenia di Puskesmas Seyegan, Margokaton, Seyegan, Sleman, Yogyakarta.
Metode penelitian: Jenis penelitian Non Eksperimen dengan desain analisis
observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 51 pasien dengan teknik Purposive
Sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang sudah di uji
validitas dengan nilai 0,4174-0,6383 dan reliabilitas dengan nilai sebesar 0,758. Analisis
data menggunakan Uji Kendall Tau.
Hasil: Sebagian besar peran ibu pada pasien skizofrenia berada pada kategori cukup
sebanyak 30 responden (58,8%). Sebagian besar frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia
berada pada kategori rendah sebanyak 33 responden (64,7%). Didapatkan p value sebesar
0,173.
Simpulan: Tidak ada hubungan peran ibu dengan frekuensi kekambuhan pasien
skizofrenia di Puskesmas Seyegan Margokaton Seyegan Sleman (p = 0,173 > 0,05).
Saran: Bagi ibu agar bisa lebih rajin menjenguk ketika anak dirawat dirumah sakit jiwa,
sering mengajak anak untuk silaturahmi ke tetangga, lebih peduli saat anak sudah bisa
minum obat sendiri, lebih mengawasi keteraturan minum obat anak, mengantar anak saat
kontrol, dan mempertahankan kebebasan dengan tidak mengurung anak.