Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Aulia Ayu Andiana, 1811401047
Astari Puruhita Ansokowati, S.Gz.,MPH
Ditasari Putriana, S.Gz., M.Gz
Subject
RC620-627 Nutritional
Datestamp
2022-10-31 02:02:59
Abstract :
Tanaman kelor (Moringa Oleifera Lam) telah dikenal sebagai tanaman ajaib (miracle
plant) atau tanaman kehidupan (the tree of life) karena terdapat manfaat dan khasiat
pada semua bagian tanaman baik batang, daun, akar ataupun biji. Kandungan nutrisi
yang cukup tinggi pada tanaman kelor menjadi alasan mengapa disebut sebagai
tanaman ajaib. Serat pangan merupakan salah satu zat gizi yang sangat penting bagi
kesehatan tubuh. Serbuk daun kelor memiliki kadar serat yang lebih tinggi
dibandingkan dengan daun kelor segar. Hal ini dibuktikan dengan penelitian terdahulu
yang menyimpulkan bahwa serbuk daun kelor mengandung tinggi serat. Dimana hasil
akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat
tentang kadar serat di dalam nugget kelor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan serbuk daun kelor pada formulasi berbeda terhadap
total kadar serat pangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
laboratorium murni untuk mengetahui kadar serat pangan pada nugget kelor.
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Che-Mix Pratama yang berlokasi di Kretek,
Jambidan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta. Waktu penelitian dilakukan pada
sekitar bulan Januari 2022 Sampel yang digunakan adalah 25 gram nugget ayam
sebagai variabel kontrol dan 25 gram nugget kelor dengan penambahan formulasi yang
berbeda yaitu 5% (29 gram), 10% (59 gram) dan 15% (88 gram) dengan menggunakan
AOAC (Enzymatic-Gravimetric Method). Ketiga formulasi serbuk daun kelor 5%,
10% dan 15% mampu meningkatkan kadar serat pangan pada nugget ayam secara
bermakna (p<0.05). Formulasi 15% menunjukkan peningkatan kadar serat pangan
yang paling signifikan. Penambahan serbuk daun kelor pada formulasi yang berbedabeda dapat meningkatkan kadar serat pangan total pada nugget ayam.