Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ghifari Rais Al Vandy, 1810301151
Nurwahida Puspitasari, SST Ft MOr
Dika Rizki Imania, SST.FT., M.Fis
Subject
QM Human anatomy
Datestamp
2022-10-31 04:01:49
Abstract :
Latar Belakang: Lari adalah olahraga yang mungkin dianggap mudah dilakukan
karena bisa dipraktikkan dimanapun. Lari juga merupakan olahraga yang memiliki
potensi untuk cedera. Salah satu cedera yang dialami oleh pelari adalah iliotibial band
syndrome. Cedera ini umum terjadi pada pelari yang dimana menyebabkan rasa nyeri
dan tidak nyaman pada epicondylus lateral. Faktor yang menyebabkan diantaranya
adalah kelainan bentuk kaki dan panjang kaki. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan
bentuk dan panjang kaki terhadap terjadinya iliotibialband syndrome (ITBS) pada
runners. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat
observasional analitik yang menjelaskan adanya hubungan antara variabel melalui
pengujian hipotesa. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan ialah pelari dari Playon
Jogja sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil uji statistik
menggunakan uji spearman rank diperoleh untuk hubungan bentuk kaki dengan ITBS
nilai p-value 0,000 dan pada panjang kaki dengan ITBS nilai p-value 0,000. Karena
nilai p-value 0,050 maka terdapat hubungan antara bentuk dan panjang kaki terhadap
terjadinya iliotibialband syndrome pada runners. Kesimpulan: Ada hubungan bentuk
dan panjang kaki terhadap terjadinya iliotibialband syndrome pada runners. Saran:
Peneliti berharap peneliti selanjutnya dapat mencari informasi dan faktor-faktor lain
mengenai cedera iliotibialband syndrome yang lain