Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fitriana Nurhidayah Haruminingsih, 1810301162
Rizky Wulandari, SST, M.Fis
Ummy Aisyah N, S.ST.FT, M.Fis
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-10-31 04:07:32
Abstract :
Latar Belakang : Autis atau autisme memiliki arti yang hanya tertarik pada dunianya
sendiri. Anak autis memiliki keterbatasan atau gangguan perkembangan, gangguan
pertumbuhan, gangguan berbicara sehingga berdampak pada pada aktivitasnya.
Perilaku anak autis cenderung berlebihan seperti memukul, mengamuk, berperilaku
agresif, hiperaktif, beberapa diantaranya hipoaktif, sulit memahami dan menggunakan
bahasa dan sulit berkonsentrasi. Terganggunya konsentrasi belajar mengakibatkan
siswa tidak dapat menerima materi dengan baik dan terhambatnya dalam
menyelesaikan tugas sehingga mempengaruhi hasil belajar. Brain gym atau yang
dikenal dengan senam otak merupakan gerakan sederhana yang akan merangsang kerja
otak secara optimal. Brain gym dapat mengaktifkan kedua belah otak ketika kedua
hemisfer otak terhubung oleh corpus collosum, jalannya informasi dari kedua belah
otak menyilang maka akan akan meningkatkan kemampuan belajar dan konsentrasi.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah efektivitas brain gym terhadap peningkatan
konsentrasi belajar anak autis di Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita. Metode
Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen menggunakan one
group design pre-test and post-test research design, 20 anak autis menjadi sampel
dengan teknik purposive sampling dan diberi perlakuan brain gym 4 kali seminggu
selama 2 minggu dan sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini
menggunakan alat ukur kuesioner konsentrasi belajar. Hasil Penelitian : Pada hasil
uji Spearman?s rank correlation pada pre-test p=0.000 dan post-test mendapatkan
p=0.000 (p<0.05) sehingga maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dari pernyataan tersebut
bahwa ada pengaruh efektivitas brain gym terhadap peningkatan konsentrasi belajar.
Kesimpulan : Ada efektivitas brain gym terhadap peningkatan konsetrasi belajar anak
autis di Sekolah Khusus Bina Anggita Yogyakarta. Saran: Diharapkan penelitian
selanjutnya menggunakan kelompok kontrol dan dapat menerapkan brain gym lebih
dari 2 minggu, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.