DETAIL DOCUMENT
Hubungan kondisi lingkungan keluarga dengan kejadian bullying pada siswa sekolah menengah pertama : Literatur Review
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ghina Farida, 1810201168
Istinengtiyas Tirta S., S.Kep., Ns., M.Kep.
Armenia Diah Sari, S.Kep., Ns., M.Kep
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2023-07-21 07:03:19 
Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan data UNICEF tahun 2018 prevalensi bullying pada pelajar berusia 15 tahun yaitu sebesar 41%. Jenis perundungan yang dialami yaitu dipukuli dan disuruh-suruh oleh murid lain, barang kepunyaannya di hancurkan atau diambil, diancam oleh murid lain, diejek, dikucilkan dan menyebarkan rumor yang tidak baik mengenai korban. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan keluarga dengan terjadinya bullying pada anak di Sekolah Menengah Pertama. Metode: Penelusuran literature dilakukan dengan menggunakan databaseProquest dan Google Scholar (1 Januari 2017-1 Juli 2022). Kata kunci yang digunakan adalah kondisi lingkungan keluarga OR Family Environmental Conditions And Bullying Incidents OR Kejadian Bullying And Siswa SMP OR junior high school students. Hasil: Terdapat artikel yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2017-2022 dari artikel, terdapat artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lulus uji JBI yang menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Kondisi Lingkungan Keluarga Dengan Kejadian Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Siswa yang memiliki dukungan dari keluarga yang tinggi terutama dari orang yang tua cenderung lebih sedikit terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban. Lingkungan keluarga merupakan pondasi awal seseorang dalam membentuk sikap di kehidupan nya sehari-hari karena mereka belajar langsung dari keluarga terutama ibu dan ayah yang pertama kali mengenalkan sesuatu hal yang sifatnya baik untuk dilakukan dan tidak baik untuk dilakukan karena akan timbul dampak yang negatif ketika melakukan hal yang tidak diperbolehkanoleh kedua orangtua. Kesimpulan: Bullying yang dilakukan remaja dapat menyebabkan efek negatif untuk korban maupun pelaku. Dengan kondisi lingkungan yang baik, perilaku bullying dapat berkurang. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti dukungan teman sebaya dan kepercayaan diri untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai perilaku bullying. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta