Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Masriyati Vitria Savitri, 1810201100
Armenia Diah Sari, S.Kep., Ns., M.Kep
Kustiningsih, M.Kep.,Sp.Kep.An
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2023-07-21 07:09:46
Abstract :
Latar Belakang : Leukimia akut adalah suatu keganasan sel progenior pembentuk sel darah.
Leukimia akut biasa terjadi ditandai dengan menurunya fungsi sumsum tulang. Pengobatan
kanker sendiri menggunakan kemoterapi yang terdiri dari tiga fase , induksi, konsolidasi,
rumatan dengan menggunakan obat atau hormone , obat kemoterapi tergolong toksik
sehingga dapat mengganggu nutrisi atau status gizi pasien yang menjalani kemoterapi.
Status gizi sendiri adalah suatu proses mengunakan makanan yang dikonsmsi seara
normal melalui proses digesti, absrobsi, transportasi, penyimpanan, metabolism, dan
pengeluaran zat-zat yang digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ serta dapat menghasilkan energy.
Tujuan : Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
tahap kemoterapi dengan status gizi pada penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA).
Metode : Penelitian ini menggunakan penelusuran literature dilakukan melalui google
scholar dan pubmed. Keywords yang digunakan dalam Bahasa Inggris Chemoteraphy
stage, Nutritional status, Acute lymphoblastik leukimia, Child. Sedangkan dalam Bahasa
Indonesia Tahap Kemoterapi, Status Gizi, Leukimia Limfoblastik Akut, Anak. Analisis
kelayakan menggunakan JBI Crossectional berupa cheklist for Crossectional.
Hasil :Hasil review jurnal yang peneliti lakukan, didapatkan 4 artikel yang terdiri dari 2
artikel berbahasa Indonesia dan 2 artikel berbahasa inggris. keempat artikel tersebut
menjelaskan tentang hubungan tahap kemoterapi dengan status gizi .
Simpulan dan saran : hasil review literature 4 artikel menunjukan bahwa adanya
hubungan tahap kemoterapi dengan status gizi yang disebabkan penggunaan obat-obatan
yang toksik dan tidak terpenuhinya asupan nutrisi, akan tetapi jika pemenuhan nutrisi
dioptimalkan kemungkinan mengalami malnutrisi akan berkurng dan jika
diseimbangkan
dengan aktifitas fisik juga akan mengurangi resiko terjadinya obesitas.