Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
RR Annisa Rahmawati P.M, 1710201122
Suri Salmiyati, S.Kep.,Ns., M.Kes
Tiwi Sudyasih, M.Kep
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 07:20:48
Abstract :
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang memerlukan
strategi dan penanganan untuk mengurangi berbagai resiko terkait peningkatan kadar
glikemik. Diabetes melitus seringkali undiagnosed selama bertahun-tahun karena
kadar gula glikemik meningkat secara bertahap dan gejala yang dirasakan pasien
masih ringan. Untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus
dalam mengendalikan kadar gula darah Tipe II di Komunitas. Dalam menilai kualitas
literatur, peneliti menggunakan metode cross sectional, quantitative. Database yang
digunakan untuk mencari artikel adalah Google Scholar dan Pubmed yang
dipublikasikan dalam rentang waktu tanggal Juni 2016 sampai dengan 10 Maret
2021.Dalam penelitian kami Tingkat Kepatuhan Minum Obat Diabetes Melitus dalam
mengendalikan kadar gula darah tipe II di Komunitas. Secara umum tingkat kepatuhan
pada pasien digambarkan dengan presentase jumlah obat dan waktu minum obat dalam
jangka waktu tertentu. Rendahnya kepatuhan disebabkan karena lupa, tidak mematuhi
pengobatan sesuai petunjuk dokter, kesalahan pembacaan etiket, serta banyak obat
sehingga pasien sulit mengikuti. Jumlah obat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan,
yaitu jika jumlah item obat meningkat maka nilai skor pada kepatuhan pasien DM tipe
II akan menurun.Peningkatan jumlah pil yang ditelan dalam sehari dapat menurunkan
tingkat kepatuhan, sehingga perlu adanya modifikasi terapi seperti
mempertimbangkan resep kombinasi dosis tetap jika itu memungkinkan. Dampak dari
ketidakpatuhan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius
pada pasien. Pasien dengan kepatuhan yang baik dalam mengkonsumsi obat cenderung
memiliki kadar gula darah yang stabil.