Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Alfathan Fathurrahman Aliyu, 611304042
Hari Waluyo, S.SKM., M.Sc.
Tri Dyah Astuti, S.ST., M.Kes
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 04:45:02
Abstract :
Penyakit ginjal kronik merupakan suatu proses patofisiologis dengan etiologi
beragam dan dapat ditandai dengan adanya penurunan fungsi ginjal yang
progresif dengan atau tanpa kerusakan struktural atau fungsional ginjal dan
penurunan laju filtrasi glomerulus kurang dari 60mL/menit/1,73m2 yang
berlangsung lebih dari 3 bulan (KDIGO, 2013). Pemeriksaan penunjang untuk
penyakit tersebutdapat dilakukan dengan pemeriksaan kimia klinik yang
meliputi ureum, kreatinin, LFG dan pemeriksaan urine, adapun pemeriksaan
tambahan seperti pemeriksaan hematologi dan status besi seperti ferritinjuga
menjadi salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk penunjang pasien
penyakit gagal ginjal kronik(IRR, 2016). Ferritin merupakan unsur penting
dalam protein yang bekerja sebagai penyimpangan zat besi. Kadar ferritin
normal pada laki-laki adalah 28-365 ng/ml sedanngkan pada perempuan 10148
ng/ml (Teddy et al, 2011).Mengetahui adanya peningkatan kadar ferritin
pada pasien penyakit gagal ginjal kronik dengan hemodialisa.Metode yang
digunakan pada penelitian ini yaitu Systematic Review dengan menggunakan
metode PICO sebagai metode dalam pencarian literatur. Menurut kategori jenis
kelamin terbanyak pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa adalah lakilaki
(97,1%). Pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa terbanyak
menurut kategori usia adalah rata-rata usia 48 tahun. Berdasarkan referensi
yang didapatkan menunjukan adanya peningkatan kadar ferratin pada pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan kadar rata-rata 934
ng/mL, peningkatan tersebut disebabkan karena adanya inflamasi.