Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Audia Selviana Putri, 1811304045
Aji Bagus Widyantara, M.,M.R
Titin Aryani, S.Si., M.Sc
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 06:09:18
Abstract :
Glukosa darah sewaktu merupakan gula yang diproduksi dalam darah yang
terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati
dan otot rangka. Asam urat adalah hasil akhir dari proses metabolisme salah satu
asam nukleat atau purin di dalam inti sel tubuh. Faktor resiko yang menyebabkan
penyakit asam urat yaitu usia, jenis kelamin, konsumsi purin yang berlebihan,
asupan alkohol yang berlebihan, obesitas (kegemukan), kurang aktivitas. Pada
penelitian ini menggunakan alat Point of Care Testing (POCT) dan alat Fotometer.
Perbedaan metode pengukuran POCT dengan Fotometer kemungkinan dapat
mengakibatkan ada tidaknya perbedaan hasil pengukuran glukosa dan asam urat
pada sampel yang sama dengan kedua alat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat menggunakan
darah vena sewaktu pada alat POCT dan alat Fotometer. Penelitian ini metode yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data sekunder hasil
pemeriksaan glukosa dan asam urat menggunakan darah vena sewaktu pada alat
POCT dan alat Fotometer. Pada hasil pemeriksaan glukosa alat POCT dan alat
Fotometer diperoleh selisih sebesar 1,78 mg/dL. Sedangkan hasil pemeriksaan
asam urat alat POCT dan alat Fotometer diperoleh selisih sebesar 0,003 mg/dL.
Pemeriksaan glukosa darah setelah dilakukan uji Mann- Whitney dapat disimpulkan
bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan glukosa
darah dengan alat alat POCT dan alat Fotometer. Pemeriksaan asam urat setelah
dilakukan uji Independent Samples t-test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan asam urat dengan alat alat
POCT dan alat Fotometer. Dari hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat darah vena
sewaktu dengan alat POCT dan alat Fotometer di Puskesmas Gamping II dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Saran bagi peneliti
selanjutnya agar melakukan penelitian dengan membandingkan kadar glukosa dan
asam urat dengan menggunakan alat Fotometer dan Chemistry analyzer dengan
variasi penundaan penyimpanan sampel.