Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ayu Dwi Pangestika, 1811304020
Tri Dyah Astuti, S.ST., M.Kes
Titin Aryani, S.Si., M.Sc
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2023-07-21 06:39:35
Abstract :
Penyakit thalassemia ? mayor merupakan penyakit yang umumnya ditandai
dengan penurunan globin seperti alfa thalassemia atau beta thalassemia. Cooley?s
anemia merupakan istilah penyakit thalassemia ? mayor pertama yang dikenal
masyarakat di Negara AS dan Italia. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa
ada sebanyak 60.000 bayi lahir penderita thalassemia ? mayor. Penderita thalassemia ?
mayor harus mempertahankan kadar hemoglobin >7 g/dL dengan cara melakukan
transfusi selama seumur hidup. Semakin bertambahnya usia penderita, semakin
meningkat juga frekuensi transfusi darah untuk menjaga kestabilan pertumbuhan. Jika
penderita tidak melakukan transfusi secara teratur dan melakukan pengobatan yang
tidak sesuai dengan aturan, hal tersebut dapat berdampak pada kadar hemoglobin dan
serum ferritin yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hasil
penelusuran literatur terkait gambaran kadar haemoglobin dan serum ferritin pada anak
thalassemia beta mayor paska transfusi. Metode yang digunakan yaitu literature review
pada beberapa database seperti Google Scholar dan PubMed. Screening literatur
dilakukan berdasarkan kriteria inklusi penelitian dengan metode diagram PRISMA
(Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta Analyses). Sumber
literatur yang digunakan merupakan 10 artikel jurnal kemudian dianalisis secara
deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil olah data dari beberapa artikel jurnal
menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin pada anak thalassemia beta mayor paska
transfusi yaitu 9,32 g/L. Kemudian, rerata kadar serum ferritin pada anak thalassemia
beta mayor paska transfusi yaitu 100 mcg/L. Kadar haemoglobin dan serum ferritin pada
anak thalassemia beta mayor paska transfusi yaitu masih dalam ambang batas normal.