Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Febby Yolanda, 1811304131
Aji Bagus Widyantara, M.,M.R
Tri Dyah Astuti, S.ST., M.Kes
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 07:10:40
Abstract :
Keberhasilan pemeriksaan hematologi tergantung dari kualitas sampel yang akan
diperiksa. Hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas sampel yaitu
antikoagulan serta penyimpanan sampel darah. Penyimpanan yang tidak tepat dapat
memberikan hasil pemeriksaan yang bervariasi. Pemeriksaan jumlah leukosit
dilakukan menggunakan sampel darah vena dengan antikoagulan EDTA.
Antikoagulan K2EDTA merupakan antikoagulan berbentuk serbuk kering dan
tidak menyebabkan penyusutan pada sampel, sedangkan antikoagulan K3EDTA
merupakan antikoagulan berbentuk cair, menyebabkan pengenceran dan
penyusutan pada sampel sehingga jumlah leukosit menjadi lebih rendah. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh stabilitas
penyimpanan sampel darah K2EDTA dan K3EDTA terhadap jumlah leukosit
metode hematology analyzer. Penelitian dilakukan menggunakan metode literatur
review, pencarian data dilakukan dengan metode PICO dari database Google
Scholar, Wiley Online Library, dan PubMed. Berdasarkan uji Two Way ANOVA
didapatkan nilai signifikansi suhu sebesar 0.744 (>0.05) dan nilai signifikansi
waktu sebesar 0.964 (>0.05), artinya suhu dan waktu penyimpanan darah K2EDTA
maupun K3EDTA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah leukosit.
Hasil analisis juga didapatkan nilai signifikansi antikoagulan sebesar 0.036 (<0.05),
artinya terdapat perbedaan jumlah leukosit menggunakan K2EDTA dan K3EDTA.
Rata-rata jumlah leukosit menggunakan sampel darah K2EDTA berkisar antara
7.54-8.35x10
sel/uL, sedangkan rata-rata jumlah leukosit menggunakan sampel
darah K3EDTA berkisar antara 7.11-7.56x10
3
sel/uL. Bagi tenaga kesehatan,
penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan jenis
antikoagulan, serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan segera setelah
pengambilan sampel. Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian secara
langsung dengan penambahan antikoagulan Na2EDTA untuk mengetahui stabilitas
masing-masing antikoagulan.