Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ulyas, Rahim
Syaifudin, Syaifudin
Subject
BF Psychology
Datestamp
2018-01-02 06:24:29
Abstract :
Latar Belakang: remaja sangat rentan terhadap perilaku-perilaku seksual yang
beresiko karena dorongan seksual. Apalagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin pesat membuat remaja lebih mudah mencari informasi mengenai
seks. Masalah-masalah penyakit menular seksual yang sering timbul saat ini adalah
gonorhoe, sifillis dan HIV/AIDS. Hal ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan
remaja terhadap penyakit menular seksual.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan penyakit
menular seksual terhadap perubahan pengetahuan dan sikap remaja tentang penyakit
menular seksual
Metode: penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan non equivalent
control group design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Januari 2013. Subjek
penelitian ini adalah 60 siswa SMA Muhammadiyah Pakem Sleman Yogyakarta
dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan
teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Proportional Stratified Random
Sampling serta uji statistik menggunakan Mann-Whitney.
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan antara
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap perubahan pengetahuan
sesudah perlakuan dengan nilai p=0,001 (p< 0,05), berarti bahwa nilai alpha 5%
secara statistik berbeda bermakna nilai pengetahuan responden, sedangkan nilai
sikap sesudah perlakuan tidak terdapat perbedaan dengan nilai p=0,846 (p>0,05),
berarti bahwa nilai alpha 5% secara statistik tidak berbeda bermakna nilai sikap
responden.
Kesimpulan: ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan penyakit menular
seksual terhadap perubahan pengetahuan pada Siswa SMA Muhammadiyah Pakem
Sleman Yogyakarta, akan tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan pendidikan
kesehatan terhadap sikap remaja tentang penyakit menular seksual di SMA
Muhammadiyah Pakem Sleman Yogyakarta.
Saran: bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan pengambilan data pada skala sikap
setelah seminggu perlakuan. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui sejauh mana
pemahaman responden terhadap penyakit menular seksual karena proses perubahan
sikap membutuhkan proses yang lama.