Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Kiki Retnowati, 1811304111
ARIF Bimantara, S.Pi., M.Biotech
Astika Nur Rohmah, S.Kep.,Ns.,M.Biomed
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 08:10:19
Abstract :
Latar Belakang: Pemeriksaan laju endap darah (LED) merupakan salah satu
pemeriksaan yang sering digunakan dalam diagnosa klinis dan sebagai
pemeriksaan screening untuk memantau penyakit peradangan, keganasan, infeksi,
autoimun serta penyakit yang berakibat ke protein plasma. Pemeriksaan LED
menggunakan dua metode yaitu metode westergren dan metode wintrobe. Metode
yang sering digunakan yaitu metode westergren menggunakan antikoagulan
EDTA/K
2
EDTA dan Natrium sitrat 3,8%. Pemeriksaan LED direkomendasikan
oleh International Commite For Standardization in Haematology (ICSH)
menggunakan metode westergren dengan antikoagulan K
2
EDTA. Tujuan:
Mengetahui perbedaan hasil antara penggunaan antikoagulan Natrium sitrat
dengan penggunaan antikoagulan K
2
EDTA pada pemeriksaan LED.
Metode Penelitian: Systematic review menggunakan metode PICO dengan
pencarian literatur pada tiga database yaitu Pubmed, SCImago dan Proquest.
Jurnal yang digunakan pada penelitian ini memiliki ketentuan 10 tahun terakhir
(2011-2021) yang dilakukan seleksi atau screening menggunakan diagram prisma.
Hasil: Penggunaan antikoagulan Natrium sitrat 3,8% dan EDTA memiliki nilai p
value 0,001 dan pada K2EDTA juga memiliki p value 0,001 yang berarti terdapat
pengaruh signifikan antara penggunaan kedua antikoagulan tersebut terhadap
pemeriksaan LED. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil atau terdapat pengaruh
yang signifikan pada penggunaan antikoagulan K
2
EDTA dan Natrium sitrat dalam
pemeriksaan LED. Saran: Disarankan untuk melakukan penelitian secara
langsung menggunakan antikoagulan K
2
EDTA dan antikoagulan Natrium sitrat
pada pemeriksaan LED untuk melihat perbedaan hasilnya.