Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Lutvia Khoirunnisa, 1811304089
Suryanto, Sp.PK
Yuyun Nailufar, S.Si., M.Biomed
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 08:14:57
Abstract :
Soil Transmitted Helminth (STH) adalah nematoda usus yang penularannya melalui
perantara tanah. STH yang paling banyak menginfeksi manusia adalah Ascaris
lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma
duodenale. Salah satu usaha pencegahan penyakit cacingan yaitu dengan
pemeriksaan laboratorium. Metode yang sering digunakan adalah metode
sedimentasi yaitu sedimentasi NaCl 0,9% dan sedimentasi Formol Ether
Concentration (FEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang
paling efektif untuk identifikasi STH dengan metode sedimentasi NaCl 0,9% dan
metode sedimentasi Formol Ether Concentration (FEC).
Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan jurnal
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diunduh secara full text dari tahun
2012-2022. Metode pengumpulan data menggunakan kata kunci PICO dari kriteria
inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan dalam jangka waktu dari bulan MaretMei.
Analisis
data
pada
penelitian
ini
menggunakan
pendekatan
metode
eksposisi.
Data
yang dikumpulkan dari jurnal didapatkan hasil temuan telur cacing STH
menggunakan metode sedimentasi NaCl diperoleh nilai rata-rata telur cacing
Ascaris lumricoides 6,11%, Trichuris trichiura 1,48% dan cacing tambang 8,87%.
Hasil temuan telur cacing STH menggunakan metode sedimentasi FEC diperoleh
nilai rata-rata telur cacing Ascaris lumricoides 13,32%, Trichuris trichiura 2,48%
dan cacing tambang 13,99%. Kesimpulannya adalah metode sedimentasi FEC lebih
efektif untuk mendeteksi telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH)
dibandingkan dengan metode sedimentasi NaCl. Agar kesimpulan yang diperoleh
lebih akurat, perbandingan efektivitas metode sebaiknya dilakukan analisis statistik
seperti uji Chi-Square yaitu salah satu jenis uji komparatif non parametris yang
dilakukan pada dua variabel.