Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
M. Iksanudin, 1811304054
Nazula Rahma Shafriani, S.Si., M.Biomed
Farida Noor Irfani, S.Si., M.Biomed.
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 08:16:00
Abstract :
COVID-19 pada umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah,
namun beberapa data menunjukkan bahwa penyakit ini juga dapat bermanifestasi
pada sistem organ lain. Peningkatan kadar D-dimer dikaitkan dengan perburukan
penyakit dan mortalitas pada penderita COVID-19 karena adanya penggumpalan
darah abnormal atau Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Walaupun
peningkatan kadar D-dimer dapat disebabkan oleh banyak faktor, namun
peningkatannya dilaporkan sering terjadi pada pasien dengan infeksi COVID-19
berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar D-dimer
terhadap keparahan pasien terkonfirmasi COVID-19. Penelitian ini dilakukan
dengan metode literature review. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan mean
kadar D-dimer adalah 2,49 mg/L dengan gejala berat dan gejala kritis masingmasing
50%.
Penelitian
sebelumnya
menetapkan
nilai
cutoff
D-dimer
sebesar
2,0
mg/L
risiko kematian yang tinggi. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan
peningkatan kadar D-dimer dengan tingkat keparahan kritis.