Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Rezania Febiola, 1811304059
Tri Dyah Astuti, S.ST., M.Kes
Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc., Apt.
Subject
RB Pathology
Datestamp
2023-07-21 23:14:38
Abstract :
Ulkus diabetik yaitu luka terbuka di pemukaan kulit karena adanya komplikasi
makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insufisiensi dan neuropati, serta bisa
berkembang menjadi infeksi karena masuknya bakteri dan glukosa darah yang tinggi
menjadi tempat yang strategis untuk pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bakteri patogen hasil uji kultur serta hubungan kadar glukosa dengan
banyaknya bakteri pada pasien kasus ulkus diabetik di RSUD kota Yogyakarta tahun
2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari bagian rekam medik periode 1
Januari 2021-31 Desember 2021 dan didapatkan 18 sampel penderita ulkus diabetik.
Terdapat 18 pasien ulkus diabetik dengan usia 21-45 tahun sebesar 1 pasien dan usia
di atas 45 tahun sebesar 17 pasien. Sedangkan kelompok jenis kelamin perempuan
sebesar 44,4% (8 pasien) dan laki-laki sebesar 55,6% (10 pasien). Hasil kultur
spesimen pus dan swab luka ulkus kaki pada bakteri gram negatif yaitu bakteri Proteus
mirabilis 12,20% (6 bakteri), Klebsiella pneumonia 12,20% (6 bakteri), Escherichia
coli 10,20% (5 bakteri), sedangkan bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus
4,10% (2 bakteri), Staphylococcus saprophyticus 4,10% (2 bakteri), dan
Staphylococcus lugdunesis 2,00% (1 bakteri). Kadar glukosa dengan banyaknya
bakteri pada pasien ulkus diabetik tidak memiliki hubungan setelah dilakukan uji
statistik menggunakan fisher exact didapatkan hasil p value 0.446 (? ? 0,05), hal ini
bisa terjadi karena tidak adanya korelasi antara tingginya kadar glukosa dengan
kejadian ulkus diabetik dan faktor yang bisa jadi pendukungnya yaitu dengan menjaga
higienitas, pola hidup, dan infeksi lainnya.