DETAIL DOCUMENT
Gambaran kadar albumin dan hemoglobin pada pasien hemodialisis dengan diabetes melitus di PKU Muhammadiyah Bantul
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nabella Xenna Priyantama, 1811304108
Diyah Candra Anita K, M. Sc
Titin Aryani, S.Si., M.Sc
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2023-07-22 01:28:48 
Abstract :
Gagal ginjal kronik penyakit yang terjadi karena kegagalan fungsi pada organ ginjal dalam mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan. Penyakit ginjal kronik tahap akhir disebut terminal ESRD (End Stage Renal Disease). Penyakit ginjal tahap akhir harus menjalani terapi hemodialisis untuk mempertahankan fungsi tubuh. Pemeriksaan biokimiawi darah yang dilakukan pada pasien hemodialisis adalah pemeriksaan albumin dan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan menjelaskan gambaran kadar albumin dan hemoglobin pasien hemodialisis dengan diabetes melitus. Metode yang digunakan, yaitu data sekunder dengan penggunaan data sekunder berupa rekam medik laboratorium albumin dan hemoglobin. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden didapatkan 23 responden memiliki kadar albumin yang normal dengan rerata 3,64 g/dL. Pada pemeriksaan hemoglobin didapatkan seluruh responden memiliki kadar hemoglobin dibawah normal dengan rerata 8,60 g/dL. Kesimpulan pada penelitian ini hasil kadar albumin pada 23 responden (76,7%) memiliki nilai normal dengan rentang kadar 3,53 g/dL ? 4,10 g/dL. Kadar hemoglobin 30 responden (100%) memiliki kadar hemoglobin rendah (anemia) dengan rentang kadar 6,1 g/dL ? 11,6 g/dL. Disarankan untuk melakukan penelitian yang mengetahui komponen biokimiawi darah yang lain, seperti ureum dan kreatinin. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan komplikasi dan komorbiditas pada pasien gagal ginjal kronik dengan jumlah responden yang lebih banyak. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta