Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurwanda, 1811304076
Nazula Rahma Shafriani, S.Si., M.Biomed
Briliana Nur Rohima, M.Sc., Sp.PK
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2023-07-21 23:29:32
Abstract :
Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit sistem imun dan autoimun yang
menyebabkan peradangan kronis pada sendi dan jaringan sinovial. Penderita RA
memiliki autoantibodi yang dikenal dengan rheumatoid factor (RF). Hubungan
antara RF pada wanita menopause yaitu terdapat autoantibodi rheumatoid factor
di dalam serumnya. Penurunan hormon estrogen menyebabkan wanita menopause
mengeluhkan nyeri otot dan sendi. Mengetahui pemeriksaan dan kadar
rheumatoid factor (RF) pada wanita menopause. Penelitian ini menggunakan
metode literature review, pencarian literature dilakukan pada dua database yaitu
PubMed, dan Google Scholar. Pemeriksaan kadar RF (metode aglutinasi latex)
prinsip HumaTex RF berdasarkan reaksi aglutinasi antara rheumatoid factor (RF)
dari spesimen pasien atau serum kontrol dengan human imunoglobulin G (IgG)
yang dilapisi dalam partikel latex polistiren. Reaksi positif ditandai dengan
aglutinasi yang terbentuk. Hasil penelitian didapatkan kadar RF menunjukkan
hasil non reaktif pada wanita menopause, dan tidak ada pengaruh hasil kadar RF
pada wanita menopause. Beberapa wanita manapouse ditemukan mengalami
gejala yang mengarah ke RA tetapi gejala tersebut terjadi karena adanya penyakit
asam urat yang gejalanya hampir sama dengan rheumatoid arthritis. Wanita
menopause kemungkinan menunjukkan perubahan respon imun karena
ketersediaan hormon estrogen yang berkurang. Penurunan hormon estrogen pada
saat menopause akan menganggu dalam penyerapan kalsium yang berfungsi
sebagai pembentukan tulang dan mempertahankan massa tulang sehingga tulang
akan menjadi mudah rapuh dan tipis. Kadar RF menunjukkan hasil non reaktif
pada wanita menopause, dan tidak ada pengaruh hasil kadar RF pada wanita
menopause yang ditinjau dari lamanya menopause. Pemeriksaan RF dengan
aglutinasi latex dapat membantu diagnosa rheumatoid arthritis (RA) pada wanita
menoapause, tetapi bukan pemeriksaan spesifik untuk penyakit rheumatoid
arthritis (RA). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara deskriptif analitik
tentang kadar rheumatoid factor (RF) pada wanita menopause.