Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nely Rahmasari, 1811304033
Aji Bagus Widyantara, M.,M.R
Dhiah Novalina, S.Si., M.Si.
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-22 01:37:39
Abstract :
Sumur gali adalah salah satu sumber air bersih yang paling umum di daerah
pedesaan karena mudah dibangun dan dirawat. Sumur gali menyediakan air yang
berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dari permukaan tanah. Oleh karena
itu, sumur gali sangat mudah terkontaminasi melalui rembesan. Pemeriksaan
kualitas air sumur gali dapat dilakukan dengan uji hitung jumlah bakteri dengan
metode Most Probable Number (MPN). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kualitas bakteriologis air sumur gali di Kabupaten Bantul. Metode
yang digunakan yaitu pengambilan data sekunder dari Laboratorium Kesehatan
Daerah Kabupaten Bantul dan Puskesmas Pandak I. Teknik Penelitian ini
menggunakan sampling purposive. Analisis data menggunakan deskriptif. Jumlah
tertinggi sumur gali yang tidak memenuhi syarat Permenkes RI No.
416/Menkes/per/IX/1990 yaitu Puskesmas Pandak I. Terdapat 133 sumur gali di
Puskesmas Pandak I kualitas air sumur galinya menunjukan bahwa 51 sumur gali
(38,34%) memenuhi syarat dengan total Coliform < 50/100mL dan 82 sumur gali
(61,66%) tidak memenuhi syarat dengan total Coliform ?50/100 mL. Desa
Wijirejo dengan sumur gali yang memenuhi syarat 25 sumur gali (49,01%) dan
tidak memenuhi syarat 26 sumur gali (50,99%) dan desa Gilangharjo dengan
sumur gali yang memenuhi syarat 27 sumur gali (32,92%) dan tidak memenuhi
syarat 55 sumur gali (67,08%). Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul diharapkan
memberikan perhatian dan kerjasama dengan instansi terkait dalam upaya
perbaikan kondisi fisik sumur gali, sehingga dapat tersedianya kondisi fisik sumur
gali dengan kualitas dan kuantitas yang memenuhi syarat kesehatan.