Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nisrina Afifah Kurniasari, 1811304001
Farida Noor Irfani, S.Si., M.Biomed.
Joko Murdiyanto, Sp.An.MPH
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-22 01:38:49
Abstract :
Kebiasaan merokok berpengaruh besar terhadap kesehatan salah satunya
meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Peningkatan kolesterol dapat
berdampak pada kesehatan seperti menyebabkan penyakit jantung, strok, bahkan
batu empedu. Sebanyak 22% perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terserang
diabetes melitus dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Hal tersebut
dikarenakan rokok merupakan salah satu faktor risiko yang berpengaruh besar
dalam kontrol metabolik. Mengetahui perbedaan kadar kolesterol perokok dan
bukan perokok pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jenis literature review
penelitian yang digunakan yaitu narrative review. Penelusuran jurnal penelitian
menggunakan dua database yaitu PubMed dan Google Scholar. Penelusuran pada
literatur review menggunakan pola PICO, yaitu Population/Patient/Problem
(diabetes melitus type 2), Intervention (smokers), Comparison (Non- Smoker),
Outcome (cholesterol level) yang digunakan sebagai kata kunci pencarian pada
penelusuran database. Terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan
ekslusi pada penelitian diketahui rata-rata kadar kolesterol perokok lebih tinggi
yaitu 23,1% dibanding bukan perokok sebesar 15,4%. Sebanyak 5 subyek
perokok menunjukkan kadar kolesterol normal dengan rerata (41,7%) sedangkan
pada 12 subyek (100%) bukan kolesterol rerata kadar kolesterol sebesar 165,7
mg/dL dengan nilai P=0,916. Kelompok perokok memiliki rerata kadar LDL
serum (181,48 ± 43,499 mg/dl) lebih tinggi dibandingkan kelompok bukan
perokok (162,11 ± 12,454 mg/dL) dengan nilai P=0,076. Rerata kadar kolesterol
HDL darah pada perokok sebesar 44,37 mg/dL sedangkan bukan perokok sebesar
49,13 mg/dL dengan nilai P=0,460. Kadar kolesterol perokok lebih tinggi
dibandingkan bukan perokok, namun tidak ada perbedaan kadar kolesterol pada
penderita diabetes melitus yang tidak merokok. Faktor risiko pada kasus kadar
kolesterol perokok dan bukan perokok pada penderita diabetes melitus yaitu usia,
makanan, dan aktivitas fisik. Saran peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan
komponen yang kurang dalam penelitian ini dengan melakukan penelitian
lanjutan.