DETAIL DOCUMENT
Hubungan leukositosis dan leukopenia dengan immunoglobulin macroglobulin (igm) dan immunoglobulin gama (igg) pada penyakit demam tifoid: literature review
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Dea Dwi Ramadanty, 1811304101
Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc., Apt.
Nazula Rahma Shafriani, S.Si., M.Biomed
Subject
RB Pathology 
Datestamp
2023-07-20 07:42:52 
Abstract :
Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella typhi maupun Salmonella paratyphi A, B, C. Transmisi terjadi melalui air yang tercemar Salmonella typhi pada daerah endemik, sedangkan pada daerah non endemik, makanan yang tercemar karier merupakan sumber utama. Respon imun yang khas dimulai dengan peningkatan antibodi IgM terhadap antigen yang menstimulasi (imunogen). Fase ini diikuti dengan produksi antibodi IgG terhadap antigen tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, penderita demam tifoid dapat ditemukan adanya leukopenia, leukositosis atau leukosit yang normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan leukositosis dan leukopenia dengan immunoglobulin macroglobulin (IgM) dan immunoglobulin gama (IgG) pada penyakit demam tifoid. Metode yang digunakan yaitu literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka berdasarkan kata kunci P (Patient), I (Intervention), C (Comparison) dan O (Outcome) yaitu Google Scholar, PubMed dan DOAJ. Berdasarkan hasil literature review dari 10 jurnal yang di uji statistik dengan uji Chi Square diperoleh nilai p?value >0,05 pada tiap jurnal. Simpulan: tidak berpengaruh signifikan secara statistik antara reaktifitas IgG dan IgM dengan leukositosis maupun leukopenia pada pasien demam tifoid yang artinya pada pasien demam tifoid tidak bisa menjadikan kondisi leukopenia dan leukositosis dari hasil hematologi sebagai acuan timbulnya demam tifoid setelah terdeksi reaktifitas IgM dan IgG. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta