Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Neli Rahmah Anggun Sari, 1611304096
Titin Aryani, S.Si., M.Sc
wahid Syamsul Hadi, Sp.PK
Subject
RB Pathology
Datestamp
2023-07-21 01:56:30
Abstract :
Gagal Ginjal Akut merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan adanya
penurunan fungsi ginjal secara mendadak dengan akibat terjadinya peningkatan
hasil metabolik seperti ureum dan kreatinin. Salah satu cara menegakkan diagnosis
gagal ginjal adalah dengan menilai kadar ureum dan kreatinin serum, karena kedua
senyawa ini hanya dapat diekskresi oleh ginjal. Hemodialisis merupakan terapi
pengganti ginjal yang akan menyaring zat sisa metabolisme dari tubuh, pengukuran
kadar serum ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pengaruh hemodialisa terhadap kadar ureum darah pada pasien gagal
ginjal kronik sebelum dan sesudah menjalani hemodialisis. Metode Penelitian yang
digunakan literature review menggunakan PICO dengan menggunakan dua
database yaitu Google Scholar dan PubMed dengan jangka waktu terbit tahun
2010-2020. Hasil penelitian didapatkan dari 11 jurnal literatur dapat disimpulkan
bahwa kadar ureum pada pasien gagal ginjal kronik sebelum dilakukan
hemodialisis memiliki kadar tinggi rata-rata sebesar 137,311 mg/dL dan kadar
ureum pasien gagal ginjal kronik setelah melakukan analisis jurnal didapatkan
kadar ureum mengalami penurunan rata-rata sebesar 55,90 mg/dL, sehingga rata?rata penurunan kadar ureum selisih sebelum dan sesudah melakukan hemodialisis
sebanyak 81,40 mg/dL atau 31,2%. Disarankan edukasi rutin pada pasien agar
memperhatikan lebih detail tingkat keparahan gagal ginjal, aliran darah dan dialisat.