Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nikma Fadilah Ente, 1711304147
Monika Putri Solikah, S.ST., M.Biomed
Tri Dyah Astuti, S.ST., M.Kes
Subject
RB Pathology
Datestamp
2023-07-21 01:58:19
Abstract :
Hasil Pemeriksaan hitung jumlah trombosit dipengaruhi oleh faktor pra analitik,
analitik dan pasca analitik. Tahap pra analitik merupakan awal dari penanganan
sampel dan penanganan suhu dan waktu. Suhu dan waktu memiliki pengaruh yang
besar terhadap hasil pemeriksaan jumlah trombosit setelah pengambilan sampel,
sehingga standarisasi penyimpanan sangat penting, jika sampel darah tidak segera
diperiksa. Sampel pada penelitian perbandingan hasil pemeriksaan hitung jumlah
trombosit adalah darah vena dengan penambahan antikoagulan Ethylendiamine
Tetyraacetic Acid (EDTA) yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan
trombosit berdasarkan pada waktu penundaan dan pada suhu penyimpanan. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literatur review menggunakan 10
literatur jurnal penelitian dengan maksimal literatur terbitan 10 tahun terakhir dan
memenuhi kriteria inklusi maupun esklusi. Berdasarkan hasil analisis pemeriksaan
menunjukkan rata-rata penurunan sebesar 7,68% antara pemeriksaan hitung jumlah
trombosit yang segera diperiksa dan yang mengalami penundaan pada suhu ruang
18-28?. Pada pemeriksaan hitung jumlah trombosit yang segera diperiksa dan
yang mengalami penundaan pada suhu lemari es 2-8? menunjukkan rata-rata
penurunan sebesar 6,89%. Hasil nilai rata-rata menunjukkan bahwa ada perbedaan
terhadap penurunan pada penyimpanan hitung jumlah trombosit antara suhu ruang
dibandingkan dengan suhu lemari es, yaitu pada suhu ruang sebesar 7,68% dan pada
suhu lemari es sebesar 6,89%. Adapun kesalahan yang mempengaruhi hasil
pemeriksaan jumlah trombosit pada umumnya karena kesalahan teknik pada tahap
analitik dan kesalahan non teknik pada tahap pra analitik dan pasca analitik. Peneliti
menyarankan untuk mengatasi kesalahan teknik yaitu dengan cara perbaikan
kesalahan secara sistematik agar diperoleh hasil laboratorium yang andal dan dapat
dipercaya. Adapun untuk mengatasi kesalahan non teknik dapat dilakukan dengan
memahami standar operasional prosedur pada setiap proses kegiatan dan untuk
penyimpanan spesimen sebaiknya didalam lemari es dengan alasan untuk menjaga
tidak terjadi pembekuan ulang dan hasilnya tetap stabil dan layak untuk digunakan,
karena lemari es mampu menjaga suhu antara 2-6°C dan untuk peneliti selanjutnya
supaya lebih banyak lagi yang mengangkat kasus proses penundaan pemeriksaan
jumlah trombosit agar bisa dijadikan bahan untuk literatur selanjutnya.