Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurul Khafisah, 1711304029
Isnin Aulia Ulfah Mu'awanah, S.Si.,M.Sc
Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc., Apt.
Subject
BF Psychology
Datestamp
2023-07-21 02:03:06
Abstract :
Paparan polusi udara dapat menyebabkan risiko terjadinya gangguan kesehatan
terbanyak di dunia yang diperkirakan dari data tahun 2016 sekitar 6,5 juta orang
meninggal di setiap tahunnya karena paparan polusi udara. Radikal bebas adalah
salah suatu unsur dari pencemaran udara, radikal bebas dapat menyerang asam
lemak yang akan membentuk membran sel melalui pembentukan radikal karbon,
radikal peroksil, dan peroksidasi lipid. Penyebab terjadinya peningkatan radikal
bebas dalam tubuh yaitu, tingkat polutan udara yang meningkat, di Indonesia
sekitar 70% emisi kendaraan bermotor yang membuang zat-zat berbahaya dan
dapat menyebabkan terganggunya kesehatan. Malondialdehid (MDA) merupakan
indikasi terjadinya stres oksidatif yang dapat menguraikan aktivitas radikal bebas
di dalam sel. Kadar malondialdehid yang tinggi dapat menyebabkan adanya
proses oksidasi membran sel yang bisa merusak membran sel
tersebut.Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar malondialdehid
(MDA) dengan tingkat pencemaran polutan udara sebagai petanda stres oksidatif
berdasarkan variasi profesi dan masa kerja.Metode yang digunakan yaitu
observasional deskriptif menggunakan pendekatan literature review. Hasil
penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa banyak terjadi
pada pekerja pinggir jalan yang berprofesi sebagai pekerja SPBU, pekerja bengkel
mobil dan buruh di jalan. Berdasarkan data deskriptif yang lebih tinggi kadar
malondialdehid adalah profesi pekerja pinggir jalan yaitu pekerja bengkel mobil
dengan kadar rata-rata 8,22 µmol/L. Berdasarkan hasil data deskriptif bahwa
semakin lama masa kerja seseorang maka kadar malondialdehid dalam darah akan
meningkat.