Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Reny Nur Amelia, 1811304103
Monika Putri Solikah, S.ST., M.Biomed
Briliana Nur Rohima, M.Sc., Sp.PK
Subject
RB Pathology
Datestamp
2023-07-21 02:07:14
Abstract :
Malaria merupakan penyakit menular dan masih menjadi masalah kesehatan bagi
masyarakat di Indonesia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anophele,
pemeriksaan yang sering dilakukan dalam mendiagnosis metode yang saat ini
masih sering dilakukan yaitu pemeriksaan RDT dan pemeriksaan mikroskopik.
Mengetahui perbandingan hasil tingkat efektifitas antara RDT dengan
pemeriksaan mikroskopik sediaan darah tipis sebagai baku emas pemeriksaan
malaria melihat dari segi nilai sensitivitas dan spesifitas. Metode dalam pencarian
sumber data artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan crossref
(2011-2021) untuk mengambil artikel yang relevan yang diterbitkan dalam bahasa
inggris dan bahasa indonesia. Istilah dan frasa kunci yang terkait dengan RDT
examination and microscopic examination of malaria. Berdasarkan hasil literature
review dari 10 jurnal yang terdiri dari hasil yang ditemukan hampir semua
menyatakan bahwa diagnosis menggunakan metode RDT tidak efektif dalam
sensitivitas dan spesifisitas, namun pada jurnal 2 dan 4 memilki nilai sensitivitas
dan spesifisitas yang paling rendah hal ini dikarenakan sensitivitas pemeriksaan
RDT dipengaruhi oleh kepadatan parasit dan pada jurnal 8 pemeriksaan RDT
menunjukkan nilai sensitivitas yang lebih tinggi daripada mikroskop pada semua
kelompok umur. Pada pemeriksaan RDT, dapat menunjukkan nilai sensitivitas
yang lebih tinggi pada anak usia 13 bulan hingga 5 tahun, menurun seiring
bertambahnya usia. RDT juga menunjukkan spesifisitas yang lebih tinggi daripada
mikroskop pada semua kelompok umur, karena kedua teknik lebih spesifik pada
anak di bawah usia 12 bulan dan di atas 15 tahun. Berdasarkan literature review
dari 10 jurnal penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa perbandingan kinerja
pemeriksaan mikroskopis terbukti lebih efektif dari pemeriksaan RDT dilihat dari
segi nilai sensitivitas dan spesifisitas dalam memberikan hasil diagnosa
pemeriksaan malaria.