Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Dwi Esti Ramadhani, 1910301159
Fitri Yani, SST.ST.,M.Fis
Sri Lestari, S.ST., MMR
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2023-10-28 06:40:59
Abstract :
Latar Belakang : Low back pain salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering diderita,
ini juga merupakan penyebab utama kecacatan di kalangan remaja dan orang dewasa. Low back
pain telah menempati posisi keenam dalam penyakit global yang ditentukan oleh usia yang
disesuaikan dengan tingkat kecacatan karena menyebabkan penurunan aktivitas fungsional
seseorang. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan william flexion exercise dan feldenkrais
exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita low back pain di Puskesmas
Bambanglipuro. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental
design dengan rancangan pre and post test two group design. Sample pada penelitian ini adalah
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Subyek penelitian ini berjumlah 20 orang,
yang terbagi menjadi 2 kelompok, dimana kelompok perlakuan I diberikan intervensi william
flexion exercise dan kelompok perlakuan II diberikan intervensi feldenkrais exercise. Kedua
kelompok mendapatkan intervensi selama 6 kali pertemuan selama 3 minggu dengan frekuensi 2
kali dalam seminggu. Alat ukur keseimbangan yang digunakan adalah oswestry disability index.
Hasil : Hasil uji kelompok I dan kelompok II menggunakan uji Paired sampel t test dan diperoleh
nilah p=0.000 yang berarti berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional. Hasil uji beda
III menggunakan T-Independent dan diperoleh nilai p=0.557 yang berarti tidak ada perbedaan
william flexion exercise dan feldenkrais exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Keseimpulan : Tidak ada perbedaan
william flexion exercise dan feldenkrais exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Saran : Bagi peneliti selanjutnya dapat
meneliti lebih lanjut meneliti intensitas nyeri yang dapat memungkinkan mempengaruhi dari
aktivitas fungsional pasien.