Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Eka Wahyu Aprilia, 1910301085
Indriani, SKM., M.Sc
Hilmi Zadah Faidullah, S.ST.Ft.,M.Sc
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-10-28 07:52:42
Abstract :
Latar Belakang: Muskuloskeletal disorder (MSDs) merupakan cedera yang
mengakibatkan kelainan atau mengganggu sistem gerak manusia, salah satu keluhan
MSDs yang paling sering dialami oleh pekerja yaitu nyeri pada otot leher. Penjahit
biasanya melakukan pekerjaan yang monoton dan berulang menjadi faktor risiko
kecacatan fungsional tetapi juga terkait dengan penurunan kualitas hidup dan
produktivitas pekerja, beberapa cara latihan yang bisa menurunkan nyeri leher. yaitu
terapi fisik melalui exercise post isometric relaxation dan myofascial release. Tujuan:
Jadi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi post isometric
relaxation dan myofascial release yang mengalami nyeri leher. Metode: Enam puluh
responden menggunakan teknik purposive sampling dan 32 yang mengalami nyeri
leher di kelompokkan di kriteria inklusi terdapat 18 sampel yang terdapat penurunan
kemampuan fungsional. Menggunakan quasi eksperimen pre-test dan post test
kuesioner NDI diberikan perlakuan selama 3 minggu data yang di rekap dimasukkan
pada spss 22. Data diberikan menggunakan paired sample t-test untuk mengukur
pengaruh Latihan. Hasil Penelitian: Analisis karakteristik berdasarkan usia tertinggi
25-29 tahun (66,6%), jenis kelamin terdapat 12 (66,7%) laki-laki dan 6 (33,3%)
perempuan, durasi kerja 8 jam (100%). Uji hipotesa dengan paired sample t-tes
didapatkan 2,990 ±2,587 (p<0,000). Setelah diberikan perlakuan menunjukkan
peningkatan yang lebih signifikan 0,81±0,050 (p>0,050). Kesimpulan: Penelitian ini
menunjukkan responden yang mengalami nyeri leher dapat memperoleh manfaat dari
latihan post isometrik relxation dan myofascial release dalam meningkatkan
kemampuan fungsional dan kualitas hidup pada responden. Saran: Peneliti
selanjutnya dapat meneliti ergonomic dan kualitas hidup responden