Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Arif Syaifuddin, 1810201147
Sigit Harun, S.Kep., Ns., M.Kep.
Diyah Candra Anita K, S.Kep., Ns., M.Sc
Subject
RT Nursing
Datestamp
2023-10-30 02:57:10
Abstract :
Diabetes tipe II ini disebabkan oleh 2 hal yaitu penurunan respon jaringan perifer
terhadap resistensi insulin dan penurunan kemampuan sel prankeas untuk mensekresi
insulin sebagai respon terhadap beban glukosa. Sebagian besar kasus diabetes tipe 2
diawali dengan kegemukan sehingga sel pankreas merespon dengan mensekresi
insulin lebih, sehingga terjadi hiperinsulinemia. Insulin yang tinggi mengakibatkan
reseptor insulin berupaya melakukan pengaturan sendiri dengan menurunkan jumlah
reseptor. Hal ini membawa dampak pada penurunan respon reseptornya dan lebih
lanjut mengakibatkan terjadinya resistensi insulin, kondisi hiperinsulinemia ini dapat
megakibatkan desensitisasi reseptor. Pada resistensi insulin terjadi peningkatan
produksi glukosa dan penurunan penggunaan glukosa sehingga mengakibatkan
hiperglikemi.
Mengetahui Pengaruh Konsumsi Madu Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah
Sewaktu Pada Pasien DM type II di RSUD Tjitrowardoyo. Metode
Penelitian ini menggunakan penelitian quasy experiment design dengan model
rancangan penelitian menggunakan Non- Randomized Group pre ?post test kelompok
perlakuan 1 maupun kelompok perlakuan 2 tidak dipilih secara random. Metode
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah
anggota 20 responden. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji independent t-test.
Pengecekan akhir gds dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi tidak
menunjukan perbedaan yaitu kedua kelompok memiliki kadar gula darah yang stabil
dengan hasil uji independent t-test menunjukan ada perbedaan rata-rata dari kedua
kelompok sebesar -7500 dan nilai t sebesar -1,377. Untuk nilai signifikansi dari
kelompok intervensi didapatkan hasil sebesar 0,185 dan kelompok kontrol dengan
nilai signifikansi sebesar 0,187. Dari data tersebut didapatkan nilai p> 0,05 yang
berarti gds ke dua kelompok stabil dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara
hasil pengecekan gds kelompok kontrol dan kelompok intervensi.
Hasil penelitian ini dengan mengetahui pengecekan akhir gds dari kelompok kontrol
dan kelompok intervensi madu di RSUD Tjitrowardoyo Purworejo stabil dan tidak ada
perbedaan, diharapkan dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dalam lingkup
intervensi non farmakologi bagi penderita DM.