Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Oktavia Cemara Anindita, 1910201001
Deasti Nurmaguphita, M.Kep.Sp.Kep.J
Sutejo, Sp.Kep., M.Kep.J
Subject
BF Psychology
Datestamp
2023-10-30 03:23:26
Abstract :
Latar Belakang : Dispepsia dapat didefinisikan sebagai rasa nyeri atau rasa tidak
nyaman pada perut bagian atas. Remaja merupakan salah satu yang beresiko terkena
sindrom dispepsia, dikarenakan sebagian besar remaja memiliki pola makan yang
tidak teratur. Dispepsia jika tidak segera diatasi maka dapat mengganggu aktivitas
sehari-hari bila hal ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan ulkus lambung
yang fatal dan dapat mengakibatkan kematian. Salah satu faktor penyebab terjadinya
dispepsia adalah kecemasan. Bagi remaja, kecemasan adalah reaksi normal terhadap
stres. Kecemasan adalah perasaan khawatir yang berlebihan, gelisah, takut yang
dapat mempengaruhi seseorang.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian dispepsia pada
remaja di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini remaja di SMA Muhammadiyah 2
Yogyakarta sejumlah 89 responden dengan pengambilan sampel menggunakan
teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data diukur menggunakan kuesioner dan
dianalisis menggunakan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan mayoritas tidak mengalami kecemasan sejumlah
83 orang dan remaja yang mengalami kecemasan sejumlah 6 orang. Sebagian besar
mengalami dispepsia positif sebanyak 68 orang dan remaja mengalami dispepsia
negatif sebanyak 21 orang. Dari data penelitian tersebut ditemukan hasil p value =
0,344 > (0,05) sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara tingkat
kecemasan dengan kejadian dispepsia pada remaja di SMA Muhammadiyah 2
Yogyakarta.
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas remaja mengalami
dispepsia tanpa dipengaruhi kecemasan. Maka dari itu disarankan remaja menjaga
pola makan dan menghindari faktor pendorong lain seperti ketidakteraturan pola
makan, stres, dan perilaku merokok.