Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Kholifatul Hasanah, 1910301147
Ummy Aisyah Nurhayati, S.ST.FT., M.Fis., AIFO-FIT
Lailatuz Zaidah, SST. Ft.,M.Or
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2023-10-30 06:43:18
Abstract :
Latar belakang: Cerebral palsy (CP) merupakan suatu kondisi kerusakan jaringan otak
pada pusat motorik atau jaringan penghubungnya, yang terjadi pada selama prenatal,
persalinan atau proses pembentukan syaraf pusat, ditandai dengan adanya paralisis,
paresis, gangguan kordinasi atau kelainan fungsi motorik. Anak CP spastik diplegi
memiliki karakteristik duduk dengan posisi W sitting saat duduk di lantai dan punggung
membungkuk hal tersebut akan mempengaruhi keseimbangan dan postur tubuh. Latihan
yang dapat dilakukan yaitu neurodevelopment treatment (NDT) dengan penambahan
home program. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan home
program neurodevelopment treatment (NDT) terhadap peningkatan kemampuan duduk
anak cerebral palsy diplegi usia 2-10 tahun. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan
quasy experimental dengan rancangan two group pre and post test design. Teknik
pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 16 anak dengan
kondisi cerebral palsy diplegi yang akan diukur pre test dan post test dengan GMFM-88.
Sampel dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing berjumlah 8. Penelitian ini
berlangsung selama 6 minggu, dengan dosis latihan 2x seminggu selama 6 minggu. Hasil:
Uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test, pada kelompok kontrol
neurodevelopment treatment dengan nilai p=0,082 (p<0,05) dan pada kelompok
penambahan home program neurodevelopment treatment (NDT) didapatkan nilai p=0,098
(p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh penambahan home program
neurodevelopment treatment terhadap peningkatan kemampuan duduk anak cerebral
palsy diplegi usia 2-10 tahun. Saran: Penelitian selanjutnya agar menambah waktu
penelitian dan mengontrol aktivitas kegiatan sampel dan spesifik sampel penelitian.