Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Dewi Sakina Maulidia, 2010505140
Asih Puji Utami, S.KM., M.Kes
Amril Mukmin, M.Si
Subject
RB Pathology
Datestamp
2023-10-30 07:02:46
Abstract :
Teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu terdapat perbedaan, Menurut Bontrager (2018) dan Naeem et al (2016) pada kasus suspek fraktur mandibula dilakukan dengan menggunakan teknik radiografi mandibula dengan proyeksi Axiolateral Oblique, Postero Anterior (PA) atau PA Axial dan proyeksi khusus seperti Submentovertex (SMV) dan Orthopantomograph (OPG), sedangkan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu menggunakan teknik radiografi cranium dengan proyeksi antero
posterior dan lateral. Maka dari itu peneliti tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Tujuan penelitian untuk mengetahui teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula dan peranan teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Penelitian dilakukan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu terhitung sejak September 2022 hingga Mei 2023. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan studi kasus dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi, dengan subjek dari penelitian 3 radiografer, 1 dokter radiolog. Analisa data dilakukan dengan mereduksi data, membuat tabel kategorisasi dan koding terbuka. Data data tersebut selanjutnya dikutip menggunakan teknik kuotasi untuk diambil kesimpulan.
Hasil penelitian Teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tidak ada persiapan khusus, hanya melepas benda logam disekitar obyek yang diperiksa. Menggunakan proyeksi antero posterior (AP) dan proyeksi Lateral ukuran 35 x 43 cm dan luas kolimasi disesuaikan dengan obyek. Peranan teknik radiografi cranium yang digunakan ialah sudah mampu memberikan informasi yang baik dalam menegakkan diagnosa suspek fraktur mandibula. Sebaiknya dilakukan dengan menggunakan teknik radiografi mandibula agar informasi yang di dapat lebih maksimal dalam mendiagnosa patologi .