Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Rahayu, Siti
Sarwinanti, Sarwinanti
Subject
AC Collections. Series. Collected works
Datestamp
2017-12-30 03:17:21
Abstract :
Latar Belakang : Sebelum melakukan tindakan operasi seorang dokter harus memberi
penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap
pasien tersebut. Secara psikologis pasien yang menghadapi operasi akan mengalami
kecemasan atau ketakutan. Untuk mengatasi hal tersebut maka harus diberikan Informed
Consent yaitu penyampaian informasi yang mengandung unsur diagnosa, tindakan yang
direncanakan, prosedur alternatif, risiko yang timbul bila tidak dilakukan tindakan
tersebut.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan penerapan kebijakan dengan
kelengkapan dokumentasi informed consent di Bangsal Cendana RSUP Dr Sardjito
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua petugas medis perawat baik laki
laki maupun perempuan dan pasien yang berperan dalam informed consent di Bangsal
Cendana 1, 2, 3 dan 5 RSUP Dr Sardjito. Peneliti menggunakan perawat. Teknik
pengambilan sampel adalah purposive sampling.
Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian mengidentifikasikan mayoritas perawat
berpendidikan D3 yaitu sebanyak 97,5% dan sisanya dengan tingkat pendidikan S1.
Banyaknya dokumen Informed Consent dikatakan lengkap sebesar 52,5%, sedangkan
dokumen Informed Consent yang tidak lengkap sebesar 47,5%. Diperoleh hasil nilai
signifikan p = 0,011 < 0,05 atau nilai X2 hitung (6,416) > X2 tabel (3,841), hal ini
menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penerapan kebijakan dengan
kelengkapan dokumentasi Informed Consent di Bangsal Cendana RSUP Dr Sardjito
Yogyakarta.
Simpulan : Penerapan kebijakan dengan kelengkapan dokumentasi informed consent di
Bangsal Cendana RSUP Dr Sardjito dapat dilihat bahwa responden dengan penerapan
kebijakan baik. Bahwa mayoritas penerapaan kebijakan yang baik akan diikuti oleh
kelengkapan dokumentasi informed consent yang lengkap dan sebaliknya penerapan
kebijakan yang kurang baik juga akan diikuti oleh ketidak lengkapan dokumentasi
informed consent.
Saran : Karena antara penerapan kebijakan dengan kelengkapan dokumentasi informed
consent berhubungan, maka untuk agar dokumen tersebut lengkap, RSUP Dr Sardjito
harus memonitor kelengkapan dokumentasi di lapangan.