Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Neidina Utami Noor, 1910301121
Asyhara Naela Arifin, M.Kes
Ummy Aisyah Nurhayati, S.ST.FT., M.Fis., AIFO-FIT
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2023-10-31 08:45:52
Abstract :
Latar Belakang: Masa pertumbuhan dan perkembangan merupakan fase yang
berperan penting dalam kematangan sistem organ dan jaringan tubuh sehinga individu
dapat melakukan aktivitas secara optimal. Usia 1-7 tahun merupakan usia emas dalam
proses tumbuh kembang anak, selain itu kelainan dapat terdeteksi sejak dini sehingga
pemberian stimulasi lebih awal dapat memberikan pengaruh yang besar. Salah satu
gangguan tumbuh kembang anak yang mempengaruhi motorik kasar (gross motor)
yaitu cerebral palsy. Penyandang cerebral palsy memiliki disfungsi motorik kasar
(gross motor) yang mempengaruhi kemampuan aktivitas fungsional. Sehingga
pemberian Neurodevelopment Treatment (NDT) dapat meningkatkan kemampuan
motorik kasar (gross motor) melalui proses neuroplastisitas otak anak Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian
Neurodevelopment Treatment (NDT) terhadap gross motor anak cerebral palsy usia 1-
7 tahun. Metode Penelitian : Rencana penelitian ini bersifat quasi-eksperimental.
Dengan desain penelitian yaitu pre and post one group design. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling sebanyak 17 orang yang diberikan perlakuan
Neurodevelopmental Treatment (NDT) selama 2 kali dalam 6 minggu dengan durasi
45 menit. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk test. Uji hipotesis untuk
mengetahui pengaruh intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon test. Hasil: Hasil
uji Wilcoxon pada responden penelitian yaitu dimensi A (0.003), dimensi B (0.018)
dan skor total (0.001) (p<0,05). Dimensi C (0.066) dan dimensi D (0.068) (p>0,05).
Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian Neurodevelopment Treatment (NDT)
terhadap kemampuan gross motor anak cerebral palsy usia 1-7 tahun pada dimensi
A,B dan skor total GMFM-88. Saran: Peneliti selanjutnya dapat mengontrol aktivitas
kegiatan sampel dan mengkombinasikan intervensi lainnya sebagai program latihan