Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fajriatun Nisa'ul Islami, 1810201082
Sri Riyana, S.Kep., Ns.,M.Kep.
Armenia Diah Sari, S.Kep., Ns., M.Kep
Subject
RJ101 Child Health. Child health services
Datestamp
2023-11-01 02:39:13
Abstract :
Latar Belakang: National Sleep Foundation menyatakan bahwa anak usia sekolah
(6-13 tahun) membutuhkan tidur selama 9-11 jam/hari nya. Maraknya perkembangan
internet juga menjadi salah satu masalah, banyak pengaruh (faktor eksternal) bagi
siswa. Salah satunya dengan kehadiran game online. Anak sekolah merupakan salah
satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak game online.
Tujuan: Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara frekuensi bermain game online terhadap kualitas tidur anak usia sekolah
Metode: Penelitian ini merupakan Literature Review dengan studi Cross Sectional. Metode
pencarian artikel melalui Google Scholar, Portal Garuda dan ProQuest dengan menggunakan
kriteria inklusi dan eksklusi. Didapatkan hasil literatur berjumlah empat artikel menggunakan
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang diakses full-text.
Hasil: Anak dengan frekuensi bermain game online yang tinggi memiliki kualitas
tidur yang buruk. Dalam kondisi istirahat dan tidur, tubuh akan melakukan pemulihan
untuk membangkitkan stamina hingga berada dalam kondisi yang optimal.
Kebutuhan tidur tiap-tiap usia tentunya berbeda. Dapat dikatakan kualitas tidur yang
baik saat anak usia 7-12 tahun memenuhi kebutuhan tidurnya 10-11 jam perharinya.
Semakin kurang waktu tidur seseorang maka akan semakin buruk pula kualitas
tidurnya
Kesimpulan: Dari seluruh artikel yang telah dianalisis dalam penelitian ini
menyebutkan bahwa anak yang memiliki kebiasaan bermain game online dengan
frekuensi tinggi akan sangat berdampak buruk bagi kualitas tidur anak usia sekolah
dasar. Dengan pengendalian frekuensi anak dalam bermain game online akan
memperbaiki kualitas tidur anak.
Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti
durasi bermain game online untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai kualitas tidur.