Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Zulma Santiya, 1910301065
Moh. Ali Imron, S.Sos., M.Fis
Veni Fatmawati, SST.Ft., M.Fis
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2023-11-01 03:13:58
Abstract :
Latar Belakang : Inkontinensia urin merupakan kondisi seseorang tidak mampu
menahan buang air kecil yang sering terjadi pada lansia, kondisi ini terjadi karena
faktor penuaan dan penurunan kekuatan otot dasar panggul. Hal ini menjadi salah
satu faktor yang dapat menyebabkan lansia mengalami gejala inkontinensia urin. Di
Indonesia angka kejadian inkontinensia urin sebanyak 25-35%, serta di Yogyakarta
angka kejadian inkontinensia urin sebesar 14,47%. Gejala inkontinensia urin timbul
saat belum sampai toilet dan mengompol saat sedang tidur. Kegel exercise adalah
latihan yang dapat menguatkan dan mengontrol kerja otot dasar panggul. Penurunan
otot dasar panggul akan menyebabkan inkontinensia urin. Kondisi inkontinensia urin
didukung melalui usia, jenis kelamin, IMT, riwayat diabetes, perubahan hormon,
perubahan kekuatan otot, dan merokok. Proses peningkatan otot dasar panggul perlu
dilakukan kegel exercise, latihan ini mampu menguatkan otot dasar panggul serta
dapat mencegah terjadinya inkontinensia urin. Tujuan Penelitian : Mengetahui
mekanisme pengaruh pemberian kegel exercise terhadap penurunan gejala
inkontinensia urin pada lansia. Metode : Eksperimental dengan pendekatan quasi
experiment melakukan perlakuan pre dan post test one group design, teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling, sampel berjumlah 33 orang
dengan program latihan 3x seminggu selama 4 minggu. Instrument penelitian
menggunakan kuesioner International Consultation on Incontinence QuestionnaireUrinary
Shorth Form (ICIQ-UI SF), serta analisis data menggunakan uji statistic
deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil : Uji hipotesis menggunakan
paired sample t-test menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kegel exercise
terhadap penurunan gejala inkontinensia urin pada lansia (P=0,00 P<0,05).
Simpulan : Terdapat pengaruh pemberian kegel exercise terhadap penurunan gejala
inkontinensia urin pada lansia. Saran : Penelitian selanjutnya dapat menggunakan
alat ukur perineometer untuk menentukan kekuatan otot dasar panggul, serta
menyertakan kelompok kontrol.