Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Vaziah Amanda, 1910301112
Muhammad Irfan, SKM., SSt.FT., M.Fis
Dika Rizki Imania, SST.FT., M.Fis
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2023-11-01 06:45:50
Abstract :
Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan penyakit akibat
kerja dikarenakan munculnya ketidaksesuaian lingkungan kerja antar tuntutan
pekerjaan dan kinerja seseorang. Pada keluhan awal berupa rasa sakit, nyeri, mati rasa,
kesemutan, bengkak, kekakuan, gemetar, gangguan tidur, dan rasa terbakar. Penyakit
ini terjadi karena proses penumpukan cedera/kerusakan kecil-kecil pada sistem
muskuloskeletal akibat trauma berulang.. MSDs pada sopir bus dapat menghambat
kinerja dan menurunkan konsentrasi pengemudi sehingga membahayakan
keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan umum. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko (usia, IMT, durasi, masa kerja)
dengan kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada sopir bus Terminal Tipe A
Giwangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian
yang bersifat cross sectional. Subjek penelitian ini adalah sopir bus yang ada di
Terminal Giwangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling
sehingga mendapatkan sampel berjumlah 108 sopir bus. Alat pengumpulan data pada
penelitian ini berupa checklist identitas responden dan kuisioner Nordic Body Map
(NBM). Hasil: Hasil penelitian dengan uji Spearmank Rank didapatkan bahwa
variable terbukti terdapat hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders, yaitu
usia (p=0,046), IMT (p=0,039), durasi (p=0,029), dan masa kerja (p=0,046).
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa terdapat hubungan
antara usia, IMT, durasi, masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders
(MSDs). Saran: Untuk mencegah terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada
sopir bus sebaiknya sopir melakukan peregangan setiap hari sebelum mengemudi bus.