Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Stefani Puja Ballu, 1910301149
Asyhara Naela Arifin, M.Kes
Ummy Aisyah Nurhayati, S.ST.FT., M.Fis., AIFO-FIT
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2023-11-01 07:05:57
Abstract :
Latar Belakang: Sprain Ankle adalah kondisi dimana terjadinya overstretch pada
ligament complex lateral terjadi pada gerakan plantar fleksi dan inversi. Kelemahan
ligamen sebagai stabilisasi pasif mengakibatkan keluhan nyeri, dan inflamasi kronis.
Tujuan: Untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh calf raise exercise dan 4
Single-limb hopping exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet sepak
bola pasca cedera sprain ankle. Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental
dengan pre dan post test two group design. Sebanyak 20 responden ditentukan
dengan menggunakan tekhnik sample random sampling penelitian ini dibagi menjadi
2 kelompok masing-masing 10 responden yaitu kelompok perlakuan I dengan latihan
calf raise exercise dan kelompok perlakuan II dengan 4 single limb hopping exercise.
Latihan dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Alat
ukur yang digunakan adalah standing stork test/ one leg standing test, uji normalitas
menggunakan saphiro-wilk test. Uji Homogenitas menggunakan lavene?s test, uji
hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test, dan uji hipotests III
menggunakan independent sample t-test. Hasil: Hasil uji hipotesis I dan II
menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) menunjukkan
bahwa kedua perlakuan berpengaruh terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet
sepakbola pasca cidera sprain ankle dan hasil uji hipotesis III menggunakan
independent sample t-test diperoleh nilai p=0,024 (p<0,05) menunjukan ada
perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet
sepakbola pasca cidera sprain ankle. Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara calf raise exercise dan 4 single limb hopping exercise terhadap
peningkatan stabilitas ankle pada atlet sepakbola pasca cidera sprain ankle. Saran:
Peneliti selanjutnya agar lebih banyak dan tanpa perlakuan lain yang dapat
mempengaruhi hasil penelitian sehingga memperoleh data yang asli dari perlakuan
penelitian.