Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Arlita Puji Astuti, 1910801005
Ratna Yunita Setiyani, S, S.PSI, M.PSI
Annisa Warastri, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Subject
BF Psychology
Datestamp
2024-02-02 07:09:43
Abstract :
Latar belakang: Fanatisme dideskripsikan sebagai suatu bentuk ?antusiasme? (enthusiasm) dan
?kesetiaan? (devotion) yang berlebih atau ekstrem. ?Enthusiasm? di sini mengimplikasikan
tingkatan ?keterlibatan? dan ketertarikan atau kepedulian terhadap objek fanatik, sementara,
devotion? mengimplikasikan keterikatan emosi dan kecintaan, komitmen, serta dibarengi dengan
adanya tingkah laku secara aktif. Loyalitas mengacu pada kesetiaan yang ditunjukkan penggemar
terhadap kesukaannya terhadap grup music idola k-pop. Perilaku konsumtif telah melanda semua
kalangan masyarakat, salah satunya ialah kaum remaja. Perilaku konsumtif yang diartikan sebagai
tidakan memakai suatu produk secara tidak tuntas Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada
hubungan antara fanatisme dengan perilaku konsumtif pada remaja pengemar k-pop di
D.I.Yogyakarta. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan korelasi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 151 responden yang merupakan
remaja yang berdomisisli di D.I Yogyakarta. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu
Fnatisme dan Perilaku Konsumtif. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson
Product Moment. Hasil penelitian: Berdasarkan uji linearitas pada table diatas menunjukkan
bahwa nilai signifikan (Deviation From Linearity) >0,05 yang mana menunjukkan 038. Maka
dapat disimpulkan bahwa kedua variabel yaitu vaariabel Fnatisme dan Perilaku Konsumtif
memiliki hubungan yang linear. Berdasarkan Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai R Squared
adalah 737 atau 73,7%. maka dapat dikatakan bahwa data tersebut linear. Hasil dari analisis yang
telah dilakaukan menggunakan korelasi pada peelitian ini, didapatkan nilai signifikan tabel
menunjukkan angka koefisien korelasi pearson sebesar 858
. Tanda ** artinya menunjukkan
adanya korelasi yang signifikan pada taraf signifikansi 0,001 antar variabel fanatisme dan perilaku
konsumtif. Berdasarkan kriteria yang terdapat diatas, hubungan kedua variabel signifikan karena
angka signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Karena arah angka koefisien koerlasinya positif.