Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Andarsih, Andarsih
Rahmat, Ibrahim
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-26 05:08:09
Abstract :
Latar belakang: Banyaknya beban yang dirasakan ibu sebagai figur terdekat anak
retardasi mental dalam mengasuh akan menyebabkan stres pengasuhan. Kondisi stres
ibu yang memiliki anak retardasi mental akan mengalami gangguan dalam proses
pengasuhan karena pengalaman menjadi seorang ibu dalam mengasuh anaknya
memunculkan reaksi-reaksi psikologis yang positif maupun negatif yang mendalam.
Strategi coping yang digunakan untuk mengurangi stres pengasuhan yang dialami
ibu yang memiliki anak retardasi mental yaitu active coping. Carver, Scheider &
Weintraub (1989) berpendapat active coping yaitu proses pengambilan langkahlangkah
secara aktif dengan mencoba mencari cara untuk mengatasi pengaruh dari
sumber tekanan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara active coping dengan stres pengasuhan pada
ibu yang memiliki anak retardasi mental.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode
deskriptif korelasi dan pendekatan waktu cross sectional. Sampel diambil dengan
teknik sampling jenuh sejumlah 40 responden. Teknik analisis data menggunakan
analisis korelasi Chi square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil: Analisa hubungan active coping sebagian besar dalam kategori positif terdapat
22 responden (55,0%). Sedangkan stres pengasuhan sebagian besar dalam kategori
rendah terdapat 16 responden (40,0%). Hasil korelasi antar variabel yaitu koefisien
korelasi 16,208 dengan taraf signifikansi 0,000 ( >0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara active coping dengan
stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak retardasi mental umur 6-12 tahun di
SLB N 2 Yogyakarta. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat
mempertimbangkan signifikan person misalnya anak yang diasuh oleh pengasuh atau
kakek-nenek sebagai pengasuh.