Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Safitri, Ratih Tiara
Mutika, Winnie Tunggal
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-04 04:05:03
Abstract :
INTISARI
Latar Belakang: Penggunaan metode kontrasepsi mantap pria di
Indonesia belum dapat berkembang seperti yang diharapkan yaitu 21.374 (0,25%)
akseptor saja. Rendahnya keterlibatan pria menggunakan metode kontrasepsi
mantap MOP (Metode Operasi Pria), diakibatkan oleh persepsi yang salah. Para
pria beranggapan bahwa setelah melakukan MOP mereka akan kehilangan
kejantanannya, merasa seperti dikebiri dan sebagainya. Hal tersebut membuktikan
bahwa persepsi para suami mempengaruhi minatnya untuk menjadi akseptor
kontrasepsi mantap pria (MOP).
Tujuan: Diketahuinya hubungan persepsi dengan minat suami menjadi
akseptor kontrasepsi MOP.
Metode: Jenis pelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode
analitik corelasi menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Teknik
pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling, jumlah sampel dalam
penelitian ini berjumlah 45 orang. Dengan menggunakan uji statistik korelasi Chi
Square.
Hasil: Para suami yang memiliki persepsi yang baik dan memiliki minat
yang tinggi untuk menjadi akseptor MOP berjumlah 6 orang (13,3%) dan
sebaliknya sebagian besar responden yang memiliki persepsi yang kurang baik
dan kurang berminat untuk menjadi akseptor MOP sebanyak 17 orang (37,8%).
Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai 0,002 < 0,05.
Simpulan: Kesimpulannya ada hubungan antara persepsi suami dengan
minat menjadi akseptor kontrasepsi MOP di Dusun Krodan Depok Sleman.
Saran: Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih sering
memberikan pendidikan kesehatan kepada suami agar dapat mengubah persepsi
para suami yang kurang baik guna meningkatkan minat untuk menjadi akseptor
MOP.
Kata kunci
: Persepsi dan Minat Suami Menjadi Akseptor MOP
Kepustakaan
: 20 buku (2000-2014), 8 jurnal, 1 tesis, 3 skripsi, 3 internet
Jumlah Halaman
: i-ix, 1-68 Halaman, 2 Gambar, 6 Tabel