Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Sandrinilta, Sandrinilta
Isnaeni, Yuli
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-12-04 05:24:41
Abstract :
Selama ini kegiatan Keluarga Berencana masih kurang merata dalam penggunaan metode kontrasepsi. Konseling dan informasi yang lengkap mengenai kontrasepsi sangat diperlukan guna memutuskan pilihan metode kontrasepsi yang dipilih. Berdasarkan hasil penelitian Silviana tahun 2010 dari 88 akseptor, sebagian besar yaitu 54 (76%) tidak mendapatkan konseling KB dan hanya 17 (23,9%) mendapatkan konseling KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan pemberian konseling terhadap ketepatan pemilihan alat kontrasepsi di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Tahun 2015. Desain penelitian survey analitik, penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan total sampling dengan sampel akseptor KB baru sebanyak 36 akseptor. Analisa data yang digunakan pada bivariat adalah chi-square. Jumlah akseptor yang tepat dalam pemilihan alat kontrasepsi sebanyak 28 (77,8%). Jumlah akseptor yang mengetahui dengan baik tentang konseling jenis-jenis kontrasepsi yaitu sebanyak 29 (80,8%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pemberian konseling terhadap ketepatan pemilihan alat kontrasepsi dengan p value = 0,013 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian konseling pada akseptor KB terhadap ketepatan pemilihan alat kontrasepsi. Diharapkan kepada bidan agar lebih tegas dalam pemberian konseling kepada akseptor KB dan akseptor agar lebih berani dalam menanyakan informasi tentang alat kontrasepsi yang belum dipahami sehingga akseptor tidak akan salah dalam memilih alat kontrasepsi yang akan digunakan.