DETAIL DOCUMENT
ANALISIS SALURAN IRIGASI AKIBAT SUPLESI DAN ANALISIS EFEKTIFITAS KANTONG LUMPUR (STUDI KASUS BENDUNG TEGAL)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Nugroho, Cahyo
Subject
Hidro 
Datestamp
2016-09-06 09:40:15 
Abstract :
Bendung Tegal dimaksudkan untuk mengairi tiga buah daerah irigasi yang sebelumnya diairi oleh Bendung Canden, akibatnya beberapa saluran irigasi Bendung Tegal masih menggunakan saluran yang dulu digunakan oleh Bendung Canden. Dalam tugas akhir ini dianalisis benarkah penyebab sering timbulnya kerusakan di Saluran Sekunder Tegal Kanan adalah karena suplesi air dari Bendung Canden yang tidak diperhitungkan. Selain itu dalam tugas akhir ini juga dianalisis efektifitas Saluran Kantong Lumpur Bendung Tegal dalam mengendapkan sedimen berdiameter lebih dari 0,07 mm. Penghitungan NFR digunakan analisis data curah hujan Stasiun Piring/Pundong selama 10 tahun sedangkan analisis evapotransporasi menggunakan data klimalologi Stasiun Barongan satu tahun. Analisis statistik curah hujan digunakan metode distribusi peluang kontinyu, yaitu distribusi log-Pearson III, sedangkan untuk analisis evapotranspirasi digunakan metode Penman. Debit pengambilan Bendung Tegal dihitung dari data NFR dikalikan luas dan dibagi efisiensi saluran, sedangkan debit air suplesi dihitung dengan melakukan perhitungan kecepatan rata-rata dengan luas tampang saluran di lapangan. Untuk menganalisis sedimentasi di kantong lumpur Tegal kanan, dilakukan penaburan sedimen yang mengandung sedimen berdiameter 0,07-0,06 mm di hulu dan mencoba menangkapnya kembali di hilir saluran kantong lumpur dengan alat suspended sempler. Dari hasil analisis didapatkan bahwa suplesi dari Bendung Canden menyebabkan debit air yang masuk ke saluran sekunder Tegal Kanan lebih besar dari kapasitas yang dapat ditampung saluran. Debit yang diperhitungkan pada perencanaan hanyalah 0,815 m3/detik, sedangkan dari hasil analisis, debit yang masuk ke saluran sekunder adalah 1,1269 m3/detik. Hal ini menyebabkan air sering meluap dan menimbulkan gerusan yang akhirnya mengakibatkan keruntuhan tebing saluran. Sedangkan dari analisis sedimentasi didapatkan bahwa sedimen yang telah ditebarkan temyata tidak masuk ke saluran sekunder atau dengan kata lain kantong lumpur efektif dapat mengendapkan sedimen berdiameter di atas 0,07 mm.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta